Internasional 28 Mar 2026 4 views

Usai Gempur Iran, Trump Jadikan Kuba Target Militer AS Berikutnya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mengejutkan menyebut Kuba sebagai target militer AS berikutnya. Pernyataan ini disampaikan di tengah konflik besar yang sedang ber...

Usai Gempur Iran, Trump Jadikan Kuba Target Militer AS Berikutnya
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mengejutkan menyebut Kuba sebagai target militer AS berikutnya. Pernyataan ini disampaikan di tengah konflik besar yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

Dalam acara Future Investment Initiative Summit di Miami, Florida, pada Selasa (24/3), Trump membanggakan kekuatan militer AS yang telah ia bangun. "Saya katakan kita tidak akan pernah perlu menggunakannya, tapi terkadang Anda harus melakukannya, dan berikutnya adalah Kuba," tegas Trump, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Saat ini, AS dikabarkan sedang melakukan negosiasi intensif dengan pemerintah Kuba melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang berdarah imigran Kuba. Washington secara resmi menuntut pengunduran diri Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel, namun tuntutan tersebut telah ditolak oleh pemerintah Kuba, yang kemudian memicu ancaman penggunaan kekuatan militer dari Trump.

Mengenai perang dengan Iran, Trump mengklaim bahwa Teheran kini "sangat mendambakan kesepakatan" dan negosiasi sedang berjalan. Ia juga menyebut blokade Selat Hormuz mulai melonggar dengan lewatnya 10 kapal tanker minyak.

Namun, Trump menegaskan bahwa perang belum berakhir. Ia mengklaim angkatan laut, angkatan udara, pertahanan udara, dan jaringan komunikasi Iran telah hancur total. Terkait pengganti Ayatollah Ali Khamenei, yaitu putranya Mojtaba Khamenei, Trump berujar, "Tidak ada yang mendengar kabar darinya, dia mungkin sudah tewas atau dalam kondisi yang sangat buruk." Trump mengungkapkan masih ada 3.554 target yang tersisa di Iran yang akan "diselesaikan segera."

Trump tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap sekutu NATO yang menolak mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Ia menyebut penolakan tersebut sebagai "kesalahan besar" dan mengancam akan menuntut kompensasi finansial dari NATO.

Terkait kritik bahwa perang Iran diluncurkan tanpa persetujuan Kongres AS, Trump membela diri dengan permainan istilah hukum. Ia menyebut aksi militer ini sebagai "konflik militer" atau "operasi militer." "Jika itu adalah perang, Anda butuh persetujuan (Kongres). Tapi jika itu adalah operasi militer, Anda tidak butuh," dalih Trump.

Di akhir pidatonya, Trump sempat berkelakar kepada media untuk "berpura-pura tidak mendengar" pernyataannya soal Kuba, meskipun ancaman tersebut telah menjadi sinyal kuat arah kebijakan luar negeri AS selanjutnya.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260328130535-134-1342097/usai-gempur-iran-trump-jadikan-kuba-target-militer-as-berikutnya
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.