Klaim Bocorkan Opsi PBB soal Serangan Nuklir ke Iran, Diplomat Resign
Judul: Klaim Bocorkan Opsi PBB soal Serangan Nuklir ke Iran, Diplomat Resign Jakarta, Seorang petinggi badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mundur dari jabatann...
Jakarta, Seorang petinggi badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mundur dari jabatannya dan mengeklaim PBB sedang mempersiapkan skenario kemungkinan penggunaan senjata nuklir di Iran.Diplomat itu bernama Mohamad Safa yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Patriotic Vision Organisation sejak 2013. Patriotic Vision Organisation merupakan bagian dari program lingkungan PBB Champions of the Earth.Lihat Juga :Israel Ogah Dituduh Jadi Penyebab Tewasnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui unggahannya di X, Safa mengunggah keputusannya itu berikut dengan alasannya"Saya mengorbankan karier diplomat saya untuk membocorkan informasi ini. Saya menghentikan tugas saya sehingga tidak menjadi bagian atau saksi terkait kejahatan kemanusiaan ini, dengan berupaya mencegah 'nuclear winter' (fenomena iklim imbas perang nuklir skala besar)," bunyi unggahan Safa di X pada Minggu (29/3).Dalam unggahannya, seperti dikutip NDTV, Safa turut menyematkan foto ibu kota Teheran. Ia mengatakan orang-orang di luar tidak mengerti seberapa besar dan serius situasi di PBB soal wacana mempersiapkan kemungkinan penggunaan senjata nuklir di Iran.Safa mengutuk para diplomat PBB dan pejabat negara yang ikut andil dalam pembahasan skenario ini.Lihat Juga :Trump Terancam usai Didesak Luar-Dalam Buntut Perang Iran?[Gambas:Video CNN]Ia menganggap orang-orang ini sebagai "tidak berpendidikan, tidak pernah melayani rakyat sipil, dan haus peperangan" lantaran menganggap 10 juta warga ibu kota Teheran tidak ada artinya."Ada banyak keluarga, anak-anak, peliharaan. Ada warga kelas menengah biasa dengan mimpi-mimpi mereka. Kalian semua gila jika menginginkan perang," kata Safa.Safa juga menyindir Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menginisiasi serangan ke Iran pada 28 Februari lalu bersama Israel hingga memicu perang pecah hingga hari ini.[Gambas:Twitter][Gambas:Twitter]Ia juga menyinggung Trump yang tengah ditekan dari dalam negerinya menyusul semakin banyak warga AS yang menentang kebijakannya, termasuk perang melawan Iran dengan demo 'No Kings' yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir."(Akhir pekan) kemarin, hampir 10 juta demo 'No Kings' di AS. Kemungkinan penggunaan senjata nuklir harus dipertimbangkan secara serius. Ini bahaya. Lakukan sesuatu sekarang. Sebarkan pesan ini dan turutn ke jalan. Demo untuk masa depan dan kemanusiaan kita. Hanya rakyat yang bisa menghentikan ini. Sejarah akan mengingat kita," paparnya menambahkan.Pilihan RedaksiTekor, Trump Minta Arab Cs Bantu Biayai Perang Lawan IranPenjelasan PBB soal 3 Personel TNI Tewas dalam Serangan di LebanonIran Isyarat Ada Kejutan di Selat Bab Al Mandab dalam Waktu DekatDalam unggahan lainnya, Safa bahkan menyatakan surat pengunduran dirinya dari PVA. Ia mengaku sudah ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya itu sejak 2023 lalu namun berusaha bertahan.Ia juga menyinggung bahwa selama itu banyak pejabat PBB yang tidak mau banyak menyudutkan dan menuduh Israel serta AS melanggar hukum internasional dalam konflik ini.Safa bahkan mengeklaim dirinya menghadapi hujan kritikan ketika dia meluapkan kecemasannya dan menawarkan perspektif berbeda menyusul serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023. Serangan Hamas itu mematik agresi brutal Israel ke Jalur Gaza Palestina hingga menewaskan lebih dari 70 ribu warga sipil. (rds)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260331135609-134-1342918/klaim-bocorkan-opsi-pbb-soal-serangan-nuklir-ke-iran-diplomat-resign
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Trump Ucap Alhamdulillah saat Desak Iran: Buka Hormuz Atau ke Neraka!
06 Apr 2026
Cap Trump Bohong, Iran Klaim Gagalkan Misi Penyelamatan Pilot F-15 AS
06 Apr 2026
3 Fakta Iran Tembak 2 Pesawat Tempur AS Hingga Picu Misi Dramatis AS
06 Apr 2026
Iran Tembak 3 Pesawat AS sampai Trump Ngotot Buat Aula Dansa
06 Apr 2026
Komandan Misi Perdamaian Kunjungi Prajurit yang Terluka di Lebanon
06 Apr 2026
Trump Ngaku AS Kirim Senjata Buat Demonstran Iran Lewat Milisi Kurdi