AS Cemas Stok Rudal Menipis, Trump Nyaris Pakai 1.000 Tomahawk ke Iran
Pejabat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) dilaporkan cemas setelah perang AS melawan Iran diperkirakan menggunakan lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk. Angka ini sembil...
Menurut CBS News, tingkat produksi maksimum Tomahawk diperkirakan sekitar 2.330 unit per tahun. Tiga kontrak dari Raytheon masing-masing memiliki kapasitas 600 unit, dan BAE memiliki kontrak untuk memproduksi hingga 530 rudal per tahun, berdasarkan laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang mengutip dokumen anggaran Pentagon. Namun, jumlah pengadaan aktual untuk militer AS hanya sekitar 90 unit per tahun.
Penggunaan Tomahawk secara masif dalam perang ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat dan analis pertahanan, mengingat rudal ini mahal dan produksinya terbatas. Biaya Tomahawk bervariasi; versi berbasis darat senilai US$2,2 juta (sekitar Rp37 miliar) dengan peluncurnya lebih dari US$6 juta (sekitar Rp101 miliar). Tomahawk yang diluncurkan dari kapal perusak atau kapal selam bisa mencapai lebih dari US$4 juta (sekitar Rp67 miliar).
Dalam beberapa tahun terakhir, industri hanya memproduksi belasan hingga beberapa ratus rudal per tahun untuk AS, berdasarkan dokumen anggaran Kementerian Pertahanan AS. Pemberitahuan terbaru dari Pentagon menunjukkan upaya aktif untuk memperluas kapasitas Tomahawk. RTX mengumumkan bulan lalu bahwa produksi Tomahawk tahunan akan ditingkatkan menjadi lebih dari 1.000 unit per tahun sesuai perjanjian baru.
Tomahawk hanyalah salah satu amunisi canggih yang digunakan AS dalam perang melawan Iran. Senator Demokrat Jack Reed dari Rhode Island dalam sidang awal pekan ini menyatakan bahwa pasukan AS telah menembakkan "ribuan rudal Tomahawk, rudal serang presisi, dan senjata ofensif jarak jauh lainnya ke Iran, ditambah pula pencegat Patriot, THAAD, dan Standard dalam jumlah yang mengkhawatirkan."
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menanggapi laporan ini kepada Reuters, mengatakan bahwa "AS memiliki stok amunisi, peluru, dan senjata yang lebih dari cukup untuk mencapai tujuan Operasi Epic Fury." Ia menambahkan, "Meskipun demikian, Presiden (Donald) Trump selalu sangat fokus pada (penguatan) Angkatan Bersenjata dan dia akan terus menyerukan kepada kontraktor pertahanan untuk lebih cepat membangun senjata buatan Amerika, yang merupakan yang terbaik di dunia."
Pentagon, yang kini diubah namanya menjadi Departemen Perang, juga menyatakan pihaknya memiliki semua yang dibutuhkan untuk misi apa pun. "Departemen Perang memiliki semua yang dibutuhkan untuk melaksanakan misi apa pun pada waktu dan tempat yang dipilih Presiden dan dalam jangka waktu berapa pun," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Sean Parnell kepada Reuters.
Tomahawk adalah rudal jelajah yang dapat menempuh jarak lebih dari 1.000 mil dan menyerang dengan presisi tinggi. Rudal ini bahkan mampu menggempur target yang dilindungi oleh sistem pertahanan udara canggih. Dikembangkan selama Perang Dingin dan terus ditingkatkan, Tomahawk menjadi salah satu senjata jarak jauh Pentagon yang paling andal. Rudal ini utamanya dioperasikan oleh Angkatan Laut AS, namun dalam beberapa tahun terakhir juga diadopsi oleh Angkatan Darat. Militer sekutu, termasuk Angkatan Laut Inggris, juga menggunakan sistem ini.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260401143019-134-1343347/as-cemas-stok-rudal-menipis-trump-nyaris-pakai-1000-tomahawk-ke-iran
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Iran Tembak 3 Pesawat AS sampai Trump Ngotot Buat Aula Dansa
06 Apr 2026
Komandan Misi Perdamaian Kunjungi Prajurit yang Terluka di Lebanon
06 Apr 2026
Trump Ngaku AS Kirim Senjata Buat Demonstran Iran Lewat Milisi Kurdi
06 Apr 2026
Detik-detik Anjing IDF Serang Pria Palestina di Masjid Tepi Barat
06 Apr 2026
FOTO: Drone Iran Targetkan Fasilitas Militer AS di Bahrain
05 Apr 2026
Israel Ancam Bunuh Setiap Pemimpin Iran: Terus Kejar Pemimpin Teror!