3 Prajurit TNI di UNIFIL Jadi Korban Lagi, Kemlu RI Desak PBB Usut
Indonesia kembali mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengusut insiden penyerangan terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Permintaan ini menyusul terlukanya tiga persone...
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB segera menyelidiki semua insiden yang menimpa UNIFIL dan mengadakan pertemuan dengan negara-negara kontributor pasukan UNIFIL untuk meninjau serta memperkuat perlindungan bagi pasukan yang bertugas.
Kemlu RI menyebut insiden yang melukai tiga prajurit TNI ini merupakan yang ketiga kalinya menimpa penjaga perdamaian Indonesia di UNIFIL dalam seminggu terakhir. Indonesia menegaskan bahwa serangan berulang kali tidak dapat diterima, apapun penyebabnya. Kemlu juga menekankan pentingnya segera memperkuat perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB di tengah konflik yang semakin berbahaya.
"Keselamatan dan keamanan *peacekeepers* PBB tidak dapat ditawar," kata Kemlu. "Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban."
Pemerintah Indonesia kembali menyerukan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian dan pihak yang bertanggung jawab, serta menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan.
Indonesia menyatakan bahwa insiden ini terjadi di tengah serangan Israel ke Lebanon dan operasi militer Israel yang berkelanjutan, termasuk pernyataan untuk mempertahankan keberadaan Israel. Realitas ini berisiko mendestabilisasi situasi dan terus membahayakan personel pasukan perdamaian PBB.
Pemerintah Indonesia berharap para personel yang terluka segera pulih dan menyampaikan solidaritas kepada mereka serta keluarga.
Sebelum insiden ini, tiga personel pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia tewas akibat serangan Israel. Mereka adalah Praka Dua Farizal Rhomadhon, yang tewas akibat tembakan artileri di dekat posisi kontingen UNIFIL Indonesia di Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3).
Sehari kemudian, pada Senin (30/3), Indonesia kembali kehilangan dua personelnya di UNIFIL setelah konvoi pasukan yang mereka kawal diserang. Kedua personel yang gugur adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Sementara itu, lima prajurit TNI yang sebelumnya terluka meliputi Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan. Dengan bertambahnya tiga personel yang terluka baru-baru ini, total delapan prajurit TNI telah terluka saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260404163234-106-1344264/3-prajurit-tni-di-unifil-jadi-korban-lagi-kemlu-ri-desak-pbb-usut
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Detik-detik Anjing IDF Serang Pria Palestina di Masjid Tepi Barat
06 Apr 2026
FOTO: Drone Iran Targetkan Fasilitas Militer AS di Bahrain
05 Apr 2026
Israel Ancam Bunuh Setiap Pemimpin Iran: Terus Kejar Pemimpin Teror!
05 Apr 2026
Tepis Trump, Iran Pamer Video Puing Pesawat AS yang Ditembak Jatuh
05 Apr 2026
Hizbullah Bidik Kapal Perang Israel di Pantai Lebanon
05 Apr 2026
6 Daftar Negara Sekutu Dekat Iran, Ada Tetangga RI