Polisi Bongkar Kasus Perbudakan Wanita di Rumah, Disiksa dan Kelaparan
Judul: Polisi Bongkar Kasus Perbudakan Wanita di Rumah, Disiksa dan Kelaparan Jakarta, Seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi korban perbudakan setelah meng...
Jakarta, Seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi korban perbudakan setelah mengalami penyiksaan dan kelaparan saat bekerja di rumah pasangan suami istri di Melbourne, Australia.Kasus itu terungkap dalam persidangan pidana pasangan warga negara Malaysia, Chee Kit Chong dan Angie Yeh Liaw, di Pengadilan Country Victoria, pada Selasa (7/4).Lihat Juga :Perempuan WNI Ditemukan Tewas di Melbourne Australia
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Chong mengancam dan memaksa korban untuk melakukan pekerjaan rumah tangga," ujar jaksa Shaun Ginsbourg S.C, dikutip ABC."Dia berulang kali mengatakan korban harus bekerja untuk membayar utang yang diduga miliknya. Dan ketika [korban] tidak memenuhi harapan Chong... mereka akan menghukumnya dengan kekerasan fisik serta membatasi waktu tidur dan makan," tambah dia.Chong didakwa secara sadar memperlakukan WNI tersebut sebagai "budak", sementara istrinya Liaw dituduh membantu terjadinya tindak pidana itu.Pilihan RedaksiMiliter Israel Larang Warga Iran Pakai Kereta, Ada Apa?Trump Ancam Bui Wartawan yang Beritakan Cara AS Evakuasi Pilot di IranPemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Diklaim dalam Kondisi KritisSebelumnya perempuan WNI itu bertemu dengan Chong di sebuah gereja di Malaysia tempat korban diduga merupakan seorang pendeta. Dari kedekatan itu, Chong dan korban menjalin hubungan dekat selayaknya "ibu dan anak".Korban kemudian setuju tinggal bersama pasangan itu di rumah mereka di Point Cook, ketika Liaw akan melahirkan anak keduanya.Pengadilan mendengar korban semula hanya direncanakan tinggal selama satu bulan pada awal 2022. Namun, Chong menuduh korban menyebabkan hilangnya kartu kredit perusahaan dan menyatakan ia harus bekerja untuk melunasi utang itu.Tim pengacara pembela menyatakan sejumlah tuduhan masih diperselisihkan, termasuk dugaan kekerasan, perampasan tidur dan makan, serta cerita terkait kartu kredit."Bisa saja ada alasan mengapa pelapor melebih-lebihkan atau menyampaikan hal yang tidak sepenuhnya benar," kata pengacara Chong, Diana Price, di pengadilan.Pasangan tersebut menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan.
(rnp/dna)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260407164806-113-1345216/polisi-bongkar-kasus-perbudakan-wanita-di-rumah-disiksa-kelaparan
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Detik-detik Baku Tembak di Konsulat Israel di Turki, 1 Penyerang Tewas
07 Apr 2026
AS-Israel Bombardir Iran Lagi, Kota Dekat Teheran Porak-poranda
07 Apr 2026
Kereta Cepat Tabrakan dengan Truk Militer, Masinis Tewas-2 Kritis
07 Apr 2026
Trump Kembali Lontarkan Ancaman: Peradaban di Iran Punah Malam Ini!
07 Apr 2026
Presiden Pezeshkian: 14 Juta Warga Daftar Diri 'Rela Mati' Bela Iran
07 Apr 2026
AS Mulai Bombardir Pulau Minyak Kharg Iran Jelang Deadline Trump