Tetangga RI Berani Kecam Iran Palak Kapal Lewat Hormuz: Ogah Negosiasi
Judul: Tetangga RI Berani Kecam Iran Palak Kapal Lewat Hormuz: Ogah Negosiasi Jakarta, Negara tetangga Indonesia berani menentang Iran yang menutup Selat Hormuz dan memalak kapal-...
Jakarta, Negara tetangga Indonesia berani menentang Iran yang menutup Selat Hormuz dan memalak kapal-kapal di jalur perairan yang dilalui 20 persen rantai pasok minyak di dunia.Singapura bahkan menolak untuk bernegosiasi dengan Iran agar kapal-kapal mereka bisa melewati selat tersebut.Lihat Juga :Ramai Kedubes Iran di Sejumlah Negara Ejek Trump: Kunci Hormuz Hilang
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan Iran melanggar prinsip-prinsip hukum internasional tentang kelautan (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS).Singapura sendiri menjadi salah satu negara yang ikut meratifikasi UNLCOS."Ada hak lintas transit, itu bukan hak istimewa yang diberikan oleh negara tetangga. Itu sama sekali bukan izin untuk ditaklukkan. Itu bukan bea yang harus dibayar. Itu adalah hak semua kapal dari berbagai negara untuk melintasinya," kata Vivian dalam pidatonya di depan anggota Parlemen Singapura pada pada Selasa (7/4), dikutip dari the Straits Times.
Balakrishnan kemudian menekankan bahwa Singapura juga memberlakukan prinsip-prinsip tersebut sesuai UNCLOS. Singapura sama sekali tidak 'memalak' kapal-kapal yang lewat Selat Malaka."Ini bukan kartu 'bebas dari hukuman' bagi negara-negara yang belum meratifikasi UNCLOS," kata Balakrishnan.Ia juga menanggapi pertanyaan anggota Parlemen Iran WP Fadli Fawzi yang menanyakan pemerintah Singapura apakah akan ada pembicaraan dengan Teheran untuk mengamankan kapal-kapal berbendera Singapura lewat Selat Hormuz. Fawzi juga menanyakan apakah Singapura bersedia membayar tarif lewat selat itu.Lihat Juga :Netanyahu Sewot Menhan Pakistan Sebut Israel Kutukan ManusiaSejumlah negara termasuk Filipina yang 98 persen impor minyaknya melewati Selat Hormuz telah mencapai kesepakatan untuk mengamankan kapal-kapal di jalur itu.Setiap kapal yang melewati Selat Hormuz dimintai Iran sebesar US2 juta. Singapura menjadi negara yang ogahBalakrishnan kemudian mengatakan bahwa ia telah beromunikasi dengan Menlu Iran Abbas Araghchi sebelum meletus perang AS-Israel vs Iran."Saya pastikan akan berdiskusi lagi dengannya dalam waktu waktu dekat ini," kata Balakrishnan."Pada prinsipnya dan bukan karena kami memihak, saya tidak dapat terlibat dalam negosiasi untuk jalur aman kapal-kapal atau tentang tarif tol," ia menambahkan.Jalur di Selat Hormuz amat penting bagi Singapura. Namun, ia mengingatkan bahwa negaranya juga berada di Selat Malaka, jalur yang jauh lebih penting bagi perdagangan dunia.Lihat Juga :Alasan Netanyahu Ngotot Caplok Gaza Meski Ditentang Militer-OposisiBalakrishnan kemudian menyebutkan lebih banyak lalu lintas minyak dunia yang melewati Selat Malaka ketimbang Selat Hormuz.Lebih banyak pula perdagangan kontainer global mengalir melalui wilayah tersebut daripada Selat Hormuz.Ia membeberkan bahwa titik tersempit di Selat Hormuz memiliki lebar 21 mil laut, sementara titik tersempit di Selat Singapura kurang dari dua mil laut."Apakah Anda sekarang paham mengapa kita harus mengambil posisi tegas bahwa hukum internasional dan UNCLOS adalah Konstitusi lautan?" kata Balakrishnan. (bac/bac)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260410170044-106-1346613/tetangga-ri-berani-kecam-iran-palak-kapal-lewat-hormuz-ogah-negosiasi
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
10 Apr 2026
Negara Eropa hingga Arab Tekan Israel Segera Setop Serang Lebanon
10 Apr 2026
Pakistan Bersiap Jadi Tuan Rumah Negosiasi Damai Iran dan AS Besok
10 Apr 2026
Melania Bantah Jadi Korban yang Dijual Jeffrey Epstein ke Trump
10 Apr 2026
Ini Biaya Kapal Lewat Selat Hormuz yang Dipatok Iran
10 Apr 2026
Menantu Trump Jadi Negosiator Perundingan Damai AS-Iran
10 Apr 2026
Dunia Harap-harap Cemas Tunggu Hasil Negosiasi Damai AS-Iran