Serangan Teror di Asia Selatan Picu Kekhawatiran Stabilitas Kawasan
Jakarta, Sejumlah serangan teror di Sri Lanka dan India kembali menyoroti kekhawatiran terhadap ancaman terorisme lintas kawasan, termasuk dugaan keterkaitan dengan kelompok ekstre...
"Kedua peristiwa tersebut memiliki pola serupa, yakni serangan yang menargetkan warga sipil dan berdampak luas terhadap stabilitas sosial serta sektor pariwisata," ujar Hansa Rathnayaka, akademisi asal Sri Lanka.Mengutip sejumlah laporan media,, kelompok bersenjata The Resistance Front (TRF), yang disebut memiliki keterkaitan dengan Lashkar-e-Taiba (LeT), diduga berada di balik serangan di Pahalgam. Kelompok tersebut juga diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat.Rathnayaka menilai serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas pariwisata dan stabilitas di wilayah Jammu dan Kashmir, sehingga dinilai memiliki tujuan mengganggu kondisi tersebut.Ia juga menyinggung mengenai klaim dari otoritas India yang menyatakan bahwa pada Juli 2025, pasukan keamanan telah menewaskan tiga individu yang diduga terlibat dalam serangan tersebut, dengan identitas yang disebut berasal dari wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan. Peristiwa itu disebut Rathnayaka menyoroti kekhawatiran internasional terhadap aktivitas kelompok ekstremis di kawasan.Lihat Juga :Pembantaian Sabra & Shatila, Bukti Israel Tak Mau Damai dengan LebanonPerubahan metode dan strukturLaporan Global Terrorism Index 2026 menempatkan Pakistan sebagai salah satu negara yang terdampak signifikan oleh terorisme, sementara laporan Congressional Research Service Amerika Serikat menyebut negara tersebut sebagai basis sejumlah kelompok ekstremis yang telah lama beroperasi.Ada juga sejumlah kasus lain yang dilaporkan di berbagai negara, termasuk dugaan rencana serangan di Amerika Serikat serta aktivitas jaringan ekstremis di kawasan Asia lainnya."Metode operasional kelompok-kelompok ini semakin berkembang, termasuk penggunaan teknologi digital dan sistem keuangan berbasis kripto untuk mendukung aktivitas mereka," tutur Rathnayaka.Lihat Juga :Serangan Granat Israel Bunuh Jurnalis-Fotografer di Lebanon"Terjadi juga perubahan struktur di dalam sejumlah organisasi kelompok ekstremis, termasuk pembentukan unit-unit khusus dan perluasan aktivitas ke sektor maritim," sambungnya.Rathnayaka menilai bahwa pola serangan di Sri Lanka dan India menunjukkan adanya ancaman yang bersifat lintas batas dan berdampak terhadap stabilitas regional."Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan bahwa ancaman terorisme tidak terbatas pada satu negara, tetapi memiliki dimensi regional dan global," ucapnya.Dalam konteks tersebut, Rathnayaka menyerukan perlunya kerja sama internasional untuk mengatasi ancaman semacam itu, serta memastikan keamanan warga sipil dan stabilitas kawasan tetap terjaga. (dna)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260424073116-113-1351459/serangan-teror-di-asia-selatan-picu-kekhawatiran-stabilitas-kawasan
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
Pidato Prabowo ke Macron: Bahas Palestina hingga Bahasa Prancis di RI
29 May 2026
Prabowo Ungkap Poin Penting Ini Bakal Dibahas dengan Macron di Paris
28 May 2026
Prabowo Tegaskan RI Konsisten Jaga Perdamaian di Hadapan Macron
28 May 2026
Bertemu Macron, Prabowo Dorong Solusi Dua Negara untuk Palestina
28 May 2026
Tiga Kali Berkunjung, Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis Masuk Sekolah RI
28 May 2026
PBB Dukung Peringatan Paus Leo soal Risiko AI