Anak Raja Iran Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah di Berlin
Jakarta, Anak mendiang Shah Iran, Reza Pahlavi, disiram cairan merah oleh demonstran saat berkunjung ke Berlin, Jerman, pada Kamis (23/4).Dalam video yang beredar di media sosial t...
Dia berada di Jerman atas kunjungan pribadi dan tak bertemu dengan pemerintahan negara tersebut. Cara ini dilakukan untuk mengumpulkan dukungan perubahan politik di Iran.Lihat Juga :Lebanon-Israel Sepakat Lanjut Gencatan Senjata Tiga PekanSaat konferensi pers, Pahlavi mengkritik gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran."Saya tidak mengatakan bahwa diplomasi tidak boleh diberi kesempatan, tetapi saya pikir diplomasi sudah diberi kesempatan yang cukup," kata dia, dikutip Ynet News.Lebih lanjut, Pahlavi menyebut gencatan senjata mengasumsikan perilaku pemerintah Iran akan berubah dan para pejabat sekarang akan berurusan dengan orang-orang yang pragmatis. Dia lalu mengompori warga Iran untuk berbuat lebih banyak dengan dalih "demokrasi."Untuk meyakinkan argumennya, Pahlavi menjabarkan data bahwa 19 tahanan politik dieksekusi pemerintah Iran selama dua pekan sebelumnya dan 20 warga lain dijatuhi hukuman mati."Akan kah dunia bebas melakukan sesuatu, atau hanya menyaksikan pembantaian itu dalam diam?" kata dia.Pilihan RedaksiIran Sentil Sikap Plinplan Trump: Dunia Lihat Retorika Munafik AndaCekcok dengan Afghanistan, Kenapa Pakistan Jadi Mediator AS-Iran?Lebanon-Israel Sepakat Lanjut Gencatan Senjata Tiga PekanPahlavi, sebagaimana yang sering digemakan, lalu mendesak perubahan pemerintahan di Iran yang dianggap tak demokratis.Setelah konferensi pers rampung, dia keluar gedung diikuti beberapa pengawalnya. Saat sedang berjalan Pahlavi tampak menerima pertanyaan dari seseorang.Lalu tiba-tiba orang lain dari belakang dia menyiram bagian punggung Pahlavi dengan cairan merah. Pengawalnya bergegas mengamankan penyiram tersebut.Pahlavi tampak tak peduli dan terus berjalan meski ada bercak merah di jas biru gelap yang dikenakan. Ia bahkan sempat menyapa para pendukungnya di Berlin.Pahlavi merupakan anak Shah Iran terakhir, Mohammad Reza Pahlavi, yang digulingkan dalam Revolusi Islam Iran pada 1979. Setelah sang ayah lengser, Pahlavi menjalani hidup di pengasingan.Sejak beberapa bulan terakhir, dia berupaya menjadi pemain penting untuk masa depan Iran. Ia berulang kali menyerukan warga Iran untuk melakukan pemberontakan atau melawan rezim demi kepentingan diri sendiri.Pahlavi juga secara terbuka mendukung perang AS-Israel melawan Iran dan tampak berambisi kembali memimpin negara tersebut.
(isa/dna)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260424075605-134-1351462/anak-raja-iran-reza-pahlavi-disiram-cairan-merah-di-berlin
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
Prabowo Ungkap Poin Penting Ini Bakal Dibahas dengan Macron di Paris
28 May 2026
Prabowo Tegaskan RI Konsisten Jaga Perdamaian di Hadapan Macron
28 May 2026
Bertemu Macron, Prabowo Dorong Solusi Dua Negara untuk Palestina
28 May 2026
Tiga Kali Berkunjung, Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis Masuk Sekolah RI
28 May 2026
PBB Dukung Peringatan Paus Leo soal Risiko AI
28 May 2026
Internet di Iran Mulai Pulih Sebagian Usai 88 Hari Padam