Bocoran Email Pentagon Singgung Opsi Keluarkan Spanyol dari NATO
Sebuah email internal Pentagon yang bocor baru-baru ini mengungkap ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan beberapa sekutu NATO, terutama Spanyol, terkait konflik yang memana...
Menurut laporan *Euronews* pada Sabtu (25/4), email tersebut mencerminkan kekecewaan Washington terhadap sejumlah negara NATO yang menolak memberikan akses pangkalan militer atau wilayah udara mereka untuk mendukung operasi AS di Iran. Penolakan akses ini, yang dikenal sebagai *access, basing, and overflight* (ABO), disebut dalam surel sebagai elemen dasar kerja sama NATO.
Spanyol menjadi salah satu negara yang paling disorot dalam bocoran tersebut. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, secara terbuka mengkritik serangan AS-Israel ke Iran, menyebutnya sebagai intervensi militer yang tidak dapat dibenarkan dan berbahaya. Selain menolak dukungan politik, Spanyol juga dikabarkan tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militer bersama di wilayahnya untuk operasi AS.
Sikap Madrid ini memperburuk hubungan dengan Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya juga mengkritik Spanyol karena dianggap tidak memenuhi target belanja pertahanan NATO. Trump pernah menyebut Spanyol sebagai negara yang tertinggal karena hanya mengalokasikan sekitar 2,1 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan, jauh di bawah target baru NATO sebesar 5 persen pada tahun 2035.
Selain Spanyol, surel yang bocor tersebut juga menyinggung kemungkinan tekanan terhadap Inggris. Pemerintah Inggris di bawah Perdana Menteri Keir Starmer sebelumnya menolak bergabung dalam operasi militer ini. Salah satu opsi yang dibahas adalah peninjauan ulang dukungan diplomatik AS terhadap Kepulauan Falkland, wilayah yang dikelola Inggris namun diklaim oleh Argentina. Langkah semacam ini dinilai sangat sensitif karena menyangkut isu geopolitik lama yang masih menjadi perdebatan.
Meski wacana penangguhan atau pengeluaran Spanyol dari NATO muncul dalam surel, opsi tersebut dinilai tidak realistis. Para ahli berpendapat tidak ada mekanisme sederhana yang memungkinkan AS secara sepihak membekukan keanggotaan negara lain dalam aliansi tersebut.
"Tidak mungkin mengeluarkan anggota NATO tanpa pelanggaran serius terhadap aturan aliansi, dan dalam kasus Spanyol tidak ada bukti itu," kata Patrick Bury, pakar keamanan dari University of Bath. Bury juga menambahkan bahwa negara anggota NATO memiliki hak untuk menolak akses pangkalan militer atau wilayah udara, terutama jika tidak ada konsultasi resmi dalam kerangka aliansi. "Dalam kasus ini, Iran bukan wilayah NATO dan tidak ada kewajiban langsung bagi anggota untuk terlibat," jelasnya.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon terkait isi surel tersebut. Pemerintah Spanyol juga merespons laporan ini dengan hati-hati, menyatakan bahwa mereka hanya akan merujuk pada dokumen dan posisi resmi, bukan komunikasi informal.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260425153446-134-1351961/bocoran-email-pentagon-singgung-opsi-keluarkan-spanyol-dari-nato
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
Prabowo Ungkap Poin Penting Ini Bakal Dibahas dengan Macron di Paris
28 May 2026
Prabowo Tegaskan RI Konsisten Jaga Perdamaian di Hadapan Macron
28 May 2026
Bertemu Macron, Prabowo Dorong Solusi Dua Negara untuk Palestina
28 May 2026
Tiga Kali Berkunjung, Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis Masuk Sekolah RI
28 May 2026
PBB Dukung Peringatan Paus Leo soal Risiko AI
28 May 2026
Internet di Iran Mulai Pulih Sebagian Usai 88 Hari Padam