Internasional 28 Apr 2026 10 views

Hizbullah Tolak Keras Negosiasi Israel-Lebanon, Ogah Serahkan Senjata

Jakarta, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, kembali menegaskan penolakannya terhadap rencana negosiasi langsung Israel dan Lebanon.Dalam sebuah pernyataan pada Senin (27/4...

Hizbullah Tolak Keras Negosiasi Israel-Lebanon, Ogah Serahkan Senjata
Jakarta, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, kembali menegaskan penolakannya terhadap rencana negosiasi langsung Israel dan Lebanon.Dalam sebuah pernyataan pada Senin (27/4), Qassem mengatakan bahwa kelompoknya menolak tegas negosiasi langsung itu, menegaskan bahwa Hizbullah akan melanjutkan perlawanan defensif dan tidak akan menyerahkan senjata.Dia juga mengkritik dua putaran pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel untuk pertama kalinya dalam 43 tahun, yang berlangsung di Washington Amerika Serikat beberapa hari lalu.

"Dalam suasana pengorbanan dan martabat serta kekalahan musuh ini, otoritas (Lebanon) terburu-buru melakukan konsesi bebas yang memalukan dan tidak perlu, yang satu-satunya pembenarannya adalah penyerahan diri," kata Qassem."Titik masuk dan solusinya adalah mencapai lima poin sebelum hal lain," imbuhnya, dikutip Anadolu Agency.Pilihan RedaksiSeberapa Parah Kanker Prostat PM Israel Netanyahu?Media Asing Soroti Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi TimurRaja Inggris Charles ke AS, Minum Teh Bareng Trump di Gedung PutihQassem pun menyodorkan lima poin sebagai solusi di antaranya menghentikan agresi di darat, laut, dan udara, penarikan Israel dari wilayah pendudukan, pembebasan tahanan, kembalinya penduduk ke semua desa dan kota mereka, dan rekonstruksi."Pemerintah ini (Israel) tidak dapat terus berkuasa sementara mereka mengabaikan hak-hak Lebanon, menyerahkan tanah, dan menghadapi rakyatnya yang menentang," kata Qassem.Pemimpin Hizbullah ini juga menyerukan ke pemerintah Lebanon untuk "kembali kepada rakyat dan menyatukan mereka"."Sehingga mereka bukan pemerintah faksi tetapi pemerintah rakyat, berdasarkan konsensus yang membentuk Kesepakatan Taif, yang mendasari konstitusi kita saat ini," demikian pernyataan Naim Qassem.Menurut angka resmi pemerintah Lebanon, lebih dari 2.500 orang tewas dan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi akibat serangan Israel di seluruh Lebanon sejak 2 Maret.Kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari sejak 10 April, namun Israel berulang kali melanggar kesepakatan itu.Pada Kamis pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Lebanon-Israel sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu usai putaran kedua negosiasi antara kedua pihak di Washington. (dna)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260428095225-120-1352892/hizbullah-tolak-keras-negosiasi-israel-lebanon-ogah-serahkan-senjata
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.