Trump Koar-koar Kepemimpinan Iran Mau Kolaps, Ini Kata Teheran
Jakarta, Iran buka suara mengenai siapa yang mengontrol keputusan tertinggi di tengah peperangan dengan Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump mengeklaim kepemimpinan Tehera...
Laporan Tansim juga menambahkan bahwa selain Mojtaba Khamenei, Ketua Parlemen Mohammad Baqer Ghalibaf secara langsung memimpin jalannya negosiasi.Ghalibaf telah muncul sebagai salah satu tokoh utama dalam pengambilan keputusan Iran di masa perang dan sebelumnya juga memainkan peran sentral dalam berbagai upaya diplomatik.Ghalibaf menjadi sorotan setelah sosoknya disebut menjadi pilihan Presiden Donald Trump untuk pemimpin masa depan Iran.Meski begitu, sejauh ini Ghalibaf justru vokal melayangkan ancaman dan ultimatum terhadap AS jika masih mencoba menggempur Iran.Pernyataan Iran ini muncul ketika publik internasional mempertanyakan keberadaan Mojtaba Khamenei yang belum juga muncul langsung di depan publik setelah diangkat menjadi pemimpin tertinggi Iran menggantikan sang ayah, Ali Khamenei, yang tewas dalam gempuran AS-Israel pada 28 Februari lalu.Lihat Juga :Dikejar Deadline Perang, Trump Koar-koar Iran Di Ambang KolapsSejumlah laporan intelijen bahkan mengungkap bahwa Mojtaba Khamenei dalam kondisi kritis karena luka yang dideritanya imbas terkena serangan AS-Israel bersama ayah dan keluargnya di awal perang.Dalam unggahan di Truth Social pada Selasa (28/4), Trump bahkan mengeklaim Iran telah memberi tahu dirinya bahwa negara itu berada dalam "kondisi kolaps".Trump bahkan menuturkan Iran ingin Amerika Serikat membuka kembali Selat Hormuz "secepat mungkin" sambil mereka berupaya "menyelesaikan persoalan kepemimpinan.""Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam 'kondisi kolaps'. Mereka ingin kami 'membuka Selat Hormuz' secepat mungkin, sementara mereka berusaha menyelesaikan persoalan kepemimpinan mereka (yang saya yakin akan bisa mereka atasi!). Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" ucap Trump dalam unggahannya di Truth Social.Pilihan RedaksiPemimpin Negara Teluk Kumpul di Jeddah Rapat Bareng MbS, Bahas Apa?Kanselir Jerman Ejek AS: Sebuah Negara Sedang Dipermalukan IranMain Wayang Kulit di Malay Heritage Center, PM Wong Diserbu Netizen RINamun, ia tidak menjelaskan bagaimana pesan tersebut disampaikan maupun siapa pihak yang menyampaikannya.Pernyataan Trump pada Selasa itu muncul di tengah laporan bahwa ia tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk melanjutkan perundingan damai putaran kedua di Islamabad, Pakistan, yang masih saja mandek.Trump disebut tak senang lantaran dalam proposal itu Iran ingin fokus bernegosiasi terkait Selat Hormuz terlebih dulu dan mengesampingkan pembicaraan soal nuklir, salah satu tujuan utama AS memerangi Teheran sejak akhir Februari.Hal ini juga ia ungkapkan ketika AS sendiri tengah dikejar tenggat waktu soal perang di Iran.Berdasarkan 1973 War Powers Act (Undang-Undang Perang AS) yang memberikan kewenangan terbatas bagi Presiden untuk melibatkan negara dalam perang, Trump memiliki tenggat waktu sampai 1 Mei untuk meminta persetujuan Kongres guna melanjutkan operasi militer ke Iran.War Powers Act menyatakan seorang presiden AS harus membatasi pengerahan pasukan dalam konflik yang sedang berlangsung setelah 60 hari, kecuali jika ia diberi otorisasi khusus untuk melanjutkan perang oleh Kongres.Sederhananya, UU Kekuatan Perang membatasi wewenang presiden AS dalam melibatkan negara dalam konflik bersenjata di luar negeri. (rds/bac)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260429143956-120-1353453/trump-koar-koar-kepemimpinan-iran-mau-kolaps-ini-kata-teheran
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Prabowo Tegaskan RI Konsisten Jaga Perdamaian di Hadapan Macron
28 May 2026
Bertemu Macron, Prabowo Dorong Solusi Dua Negara untuk Palestina
28 May 2026
Tiga Kali Berkunjung, Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis Masuk Sekolah RI
28 May 2026
PBB Dukung Peringatan Paus Leo soal Risiko AI
28 May 2026
Internet di Iran Mulai Pulih Sebagian Usai 88 Hari Padam
28 May 2026
Perjalanan Jemaah RI Menuju Tanah Suci Bersama BSI