Festival Air Picu Ketegangan Menpar Malaysia dengan Otoritas Agama
Jakarta, Acara Rain Rave Water Music Festival di Kuala Lumpur memicu ketegangan budaya di Malaysia. Festival air yang didukung pemerintah ini menuai kritik tajam dari kelompok kons...
Direktur Jawi, Hanifuddin Roslan, memperingatkan bahwa acara tersebut berpotensi menyebabkan "kerusakan moral" dan "runtuhnya nilai-nilai kemasyarakatan.""Jawi menyesalkan penyelenggaraan program ini dan berharap penyelenggara meninjau kembali konsepnya serta peka terhadap sensitivitas masyarakat Malaysia yang multiras dan multireligius," ujar Hanifuddin, Kamis (30/4), seperti dilansir South China Morning Post.Pilihan RedaksiBandung Tembus Top 5 Wisata Asia, Saingi Jepang-Vietnam20 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Dunia 2026, Tak Ada JakartaJumlah Penumpang Whoosh Asal Malaysia Capai 1.000 Orang per HariIa menambahkan bahwa meski Islam tidak menolak hiburan, setiap acara harus mematuhi pedoman syariah.Kritik tersebut tidak diterima dengan baik oleh Menteri Pariwisata Tiong King Sing. Ia menuding para pengkritik menerapkan standar ganda dan melakukan politisasi.Tiong mempertanyakan mengapa tidak ada keberatan serupa saat negara bagian Kedah, yang dipimpin oleh partai Islam PAS, menyelenggarakan perayaan Songkran bulan lalu."Saya ingin bertanya, mengapa tidak ada protes saat hal itu terjadi di Kedah? Bukankah pemerintah Kedah dipimpin oleh PAS?" tegas Tiong usai meresmikan festival di Pavilion Bukit Bintang."Kenapa tidak ada desakan agar menteri besarnya mundur? Mengapa isu ini harus dipolitisasi?," lanjutnya.Ia menjamin bahwa pihak kepolisian dan lembaga penegak hukum memantau ketat lokasi acara untuk memastikan tidak ada perilaku melanggar hukum.Sekitar 500 personel polisi dikerahkan untuk menjaga ketertiban festival yang dihadiri lebih dari 7.000 orang pada malam pembukaan tersebut. Festival yang menampilkan DJ internasional seperti Wukong dan Bassjackers, serta musisi lokal seperti Joe Flizzow dan girl group Dolla ini, merupakan bagian dari rangkaian promosi pariwisata nasional.Meskipun banyak dihujat di media sosial dengan komentar seperti "merusak citra negara" atau "bukan budaya kita", banyak pula warga yang membela. "Apakah bersenang-senang itu ilegal?" tulis seorang pengguna media sosial.Kontroversi ini menjadi tantangan besar bagi kabinet Anwar Ibrahim yang mencoba menyeimbangkan antara target devisa pariwisata dengan sentimen religius yang kian menguat di Malaysia jelang tahun 2026. (wiw)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260501135002-106-1354121/festival-air-picu-ketegangan-menpar-malaysia-dengan-otoritas-agama
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Prabowo Tegaskan RI Konsisten Jaga Perdamaian di Hadapan Macron
28 May 2026
Bertemu Macron, Prabowo Dorong Solusi Dua Negara untuk Palestina
28 May 2026
Tiga Kali Berkunjung, Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis Masuk Sekolah RI
28 May 2026
PBB Dukung Peringatan Paus Leo soal Risiko AI
28 May 2026
Internet di Iran Mulai Pulih Sebagian Usai 88 Hari Padam
28 May 2026
Perjalanan Jemaah RI Menuju Tanah Suci Bersama BSI