Internasional 02 May 2026 5 views

Presiden Iran dan IRGC Diklaim Pecah Kubu, Seret Nama Menlu Araghchi

Jakarta – Kabar keretakan mulai menerpa lingkaran pejabat tinggi Iran di tengah kebuntuan negosiasi dengan Amerika Serikat. Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan bahwa Presiden...

Presiden Iran dan IRGC Diklaim Pecah Kubu, Seret Nama Menlu Araghchi
Jakarta – Kabar keretakan mulai menerpa lingkaran pejabat tinggi Iran di tengah kebuntuan negosiasi dengan Amerika Serikat. Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengancam akan memecat Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Menurut laporan media independen Iran, *Iran International*, Pezeshkian dan Ghalibaf merasa kesal lantaran Araghchi menjalankan perintah dari Garda Revolusi Iran (IRGC) terkait pembicaraan nuklir tanpa melapor kepada mereka. Sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan kepada *Iran International* bahwa Pezeshkian dan Ghalibaf menilai Araghchi kurang menempatkan posisinya sebagai pejabat eksekutif. Mereka menganggap Araghchi justru bertindak seperti ajudan Komandan IRGC Ahmad Vahidi, yang hanya menuruti keinginannya.

Berdasarkan pengakuan sejumlah sumber di lingkungan pemerintahan, Araghchi diketahui bertindak tanpa menginformasikan perkembangan terbaru kepada Pezeshkian selama dua pekan terakhir. Sebaliknya, ia sepenuhnya berkoordinasi hanya dengan Vahidi. Pezeshkian pun merasa tidak puas dengan kinerja Araghchi dan mengancam akan memecatnya jika hal serupa terulang.

Klaim mengenai perpecahan di antara pejabat Iran sebenarnya sudah pernah muncul sebelumnya. Pada 28 Maret, laporan menunjukkan adanya perbedaan pendapat serius antara Pezeshkian dan Vahidi, yang kini disebut sebagai tokoh paling berpengaruh di IRGC. Sumber-sumber yang mengetahui hal ini mengungkapkan kepada *Iran International* pada saat itu bahwa perselisihan tersebut berakar dari "penanganan perang dan konsekuensi destruktif terhadap mata pencarian masyarakat dan perekonomian negara."

Presiden AS Donald Trump juga baru-baru ini mengindikasikan adanya perpecahan di antara para pemimpin Iran, yang membuat negosiasi menjadi sangat sulit. "Ada dua hingga tiga kelompok, mungkin empat, dan kepemimpinannya sangat tidak terkoordinasi," ujar Trump. "Dan dengan demikian, mereka semua ingin membuat kesepakatan, tapi mereka semua kacau."

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260502120700-120-1354356/isu-perpecahan-presiden-iran-diklaim-ancam-pecat-menlu-araghchi
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.