WHO Wanti-wanti 3 Penumpang Kapal Pesiar Tewas Terinfeksi Hantavirus
Jakarta, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan tiga orang yang berada di atas kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar di Samudra Atlantik meninggal dunia akibat dugaan i...
Salah satu pasien, seorang pria berusia 70 tahun, mengalami demam, sakit kepala, nyeri perut, dan diare sebelum meninggal saat tiba di Pulau St. Helena. Jenazahnya kini menunggu proses pemulangan ke Belanda.Istri korban yang berusia 69 tahun juga jatuh sakit di atas kapal dan sempat pingsan di Bandara Internasional O.R. Tambo, Afrika Selatan, saat hendak kembali ke Belanda. Ia kemudian meninggal di fasilitas kesehatan.Pasien ketiga merupakan warga negara Inggris yang jatuh sakit saat kapal berlayar dari St. Helena menuju Pulau Ascension. Ia kemudian dipindahkan dari rumah sakit di Ascension ke fasilitas kesehatan swasta di Sandton, Afrika Selatan.Juru bicara Kementerian Kesehatan Nasional Afrika Selatan, Foster Mohale, mengatakan para penumpang kapal pesiar internasional MV Hondius saat ini berada di fasilitas kesehatan di negara tersebut "akibat komplikasi kesehatan serius yang berasal dari infeksi saluran pernapasan akut yang belum terdiagnosis."Lihat Juga :Peta Tentara AS di Eropa: Berapa Jumlahnya dan di Negara Mana Saja?Kapal tersebut membawa sekitar 150 penumpang dari berbagai negara dan berangkat dari Ushuaia, Argentina, sekitar tiga minggu lalu menuju Kepulauan Canary.Dalam perjalanannya, kapal sempat singgah di daratan Antarktika, Kepulauan Falkland, Georgia Selatan, Pulau Nightingale, Tristan da Cunha, St. Helena, Ascension, dan Cape Verde.Pihak berwenang kini bekerja sama dengan National Institute for Communicable Diseases serta otoritas kesehatan Gauteng untuk melakukan pelacakan kontak."Tidak perlu kepanikan di masyarakat karena hanya dua pasien dari kapal tersebut yang berada di wilayah kami," ujar Mohale.Dikutip The New York Times, Mohale menambahkan WHO tengah mengoordinasikan respons lintas negara bersama wilayah dan negara terdampak guna mencegah penyebaran lebih lanjut.Gejala hantavirusHantavirus merupakan kelompok virus yang ditularkan oleh hewan pengerat, biasanya melalui partikel kering dari kotoran atau urin tikus yang terhirup manusia. Satu-satunya jenis yang diketahui dapat menular antar manusia adalah virus Andes yang ditemukan di Amerika Selatan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.Pada tahap awal, hantavirus menimbulkan gejala mirip flu seperti demam, menggigil, nyeri tubuh, dan sakit kepala. Namun seiring perkembangan penyakit, gejala pernapasan muncul, yang dapat berkembang menjadi sesak napas hingga gagal paru atau jantung.Pilihan RedaksiIsrael Seenaknya Cegat Kapal Flotilla ke Gaza, Italia dan Jerman GeramNATO Respons Keputusan AS Tarik 5.000 Pasukan dari JermanTanker Iran Lolos Blokade AS ke RI sampai Trump Mau Caplok KubaPenyakit ini sempat menjadi sorotan tahun lalu setelah Betsy Arakawa, istri aktor Gene Hackman, meninggal akibat infeksi tersebut.CDC mencatat sebanyak 890 kasus hantavirus sejak pengawasan dimulai pada 1993 hingga akhir 2023.Para ahli menyebut virus ini jarang dikaitkan dengan kapal pesiar, yang biasanya lebih dikenal sebagai lingkungan penyebaran penyakit seperti COVID-19 atau norovirus."Saya tidak mengetahui ada kasus lain yang dilaporkan di kapal pesiar sebelumnya," katadokter sekaligus asisten profesor kedokteran di University of Michigan Medical School,Emily Abdoler.Ia menambahkan, kemungkinan sumber virus bisa berasal dari kotoran hewan pengerat di kapal atau di lokasi singgah, mengingat kapal tersebut beroperasi di Amerika Selatan. Menurut Abdolerada juga kemungkinan penularan antar manusia."Ini bukan infeksi yang umum, dan kemungkinan penularan antar manusia dalam kasus seperti ini bahkan lebih jarang. Enam orang sakit di kapal pesiar akibat infeksi seperti ini-saya belum pernah mendengarnya," ucapnya. (rds)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260504071212-134-1354713/who-wanti-wanti-3-penumpang-kapal-pesiar-tewas-terinfeksi-hantavirus
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Bertemu Macron, Prabowo Dorong Solusi Dua Negara untuk Palestina
28 May 2026
Tiga Kali Berkunjung, Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis Masuk Sekolah RI
28 May 2026
PBB Dukung Peringatan Paus Leo soal Risiko AI
28 May 2026
Internet di Iran Mulai Pulih Sebagian Usai 88 Hari Padam
28 May 2026
Perjalanan Jemaah RI Menuju Tanah Suci Bersama BSI
28 May 2026
FOTO: Suasana Iduladha di Gaza Dibalut Duka dan Keterbatasan