Internasional 05 May 2026 9 views

Putin Disebut Jadi Target Kudeta dan Pembunuhan, Rusia Siaga Tinggi

Rusia dilaporkan memperketat keamanan setelah adanya laporan intelijen yang menyebut Presiden Vladimir Putin menjadi target kudeta dan pembunuhan. Badan intelijen Eropa menyatakan...

Putin Disebut Jadi Target Kudeta dan Pembunuhan, Rusia Siaga Tinggi
Rusia dilaporkan memperketat keamanan setelah adanya laporan intelijen yang menyebut Presiden Vladimir Putin menjadi target kudeta dan pembunuhan. Badan intelijen Eropa menyatakan bahwa sejak awal Maret 2026, Kremlin dan Putin telah menyuarakan kekhawatiran tentang potensi kebocoran informasi sensitif, serta risiko rencana atau upaya kudeta yang menargetkan presiden Rusia.

Laporan tersebut, yang dikutip pada Senin (4/5), juga menyebutkan bahwa Putin sangat waspada terhadap penggunaan drone untuk kemungkinan upaya pembunuhan oleh anggota elite politik Rusia. Mantan Menteri Pertahanan Rusia yang kini menjabat Sekretaris Dewan Keamanan, Sergei Shoigu, turut disinggung dalam laporan ini. Shoigu dikaitkan dengan risiko kudeta karena ia masih memiliki pengaruh signifikan di dalam komando tinggi militer.

Putin sendiri pernah menghadapi upaya kudeta pada Juni 2023, ketika bos tentara bayaran Wagner Group, Yevgeny Prigozin, memimpin serangan ke Moskow. Laporan intelijen Eropa menunjukkan bahwa perselisihan dan paranoia di Kremlin kini semakin meningkat.

Sejumlah langkah pengamanan intensif telah diperketat, meliputi pemeriksaan tubuh secara intensif, penolakan Kremlin terhadap penggunaan ponsel pintar, dan pembatasan pergerakan presiden. Selain itu, juru masak, pengawal, dan fotografer yang bekerja dengan Putin juga dilarang menggunakan transportasi umum.

Tak hanya itu, pengunjung kepala Kremlin harus diperiksa dua kali, dan mereka yang bekerja dekat dengan Putin hanya boleh menggunakan telepon tanpa akses internet. Para pejabat keamanan Rusia juga mengurangi jumlah lokasi yang biasa dikunjungi Putin. Ia dan keluarganya telah berhenti mengunjungi kediaman di wilayah Moskow dan di Valdai. Laporan itu juga menyebutkan bahwa Putin belum mengunjungi fasilitas militer mana pun tahun ini, meskipun dijadwalkan melakukan perjalanan rutin pada 2025.

Untuk menghindari pembatasan tersebut, Kremlin merilis gambar yang sudah direkam sebelumnya kepada publik. Sejak invasi ke Ukraina pada 2022, Putin juga menghabiskan waktu berminggu-minggu di bunker dengan fasilitas lengkap.

Dokumen intelijen ini muncul di tengah krisis yang meningkat di sekitar Kremlin, empat tahun setelah perang Rusia-Ukraina. Langkah-langkah ini menunjukkan keresahan yang mendalam di internal Kremlin, karena negara tersebut menghadapi masalah yang semakin besar, baik di dalam maupun luar negeri. Permasalahan ini mencakup kesulitan ekonomi, tanda-tanda perbedaan pendapat yang meningkat, dan kemunduran di medan perang di Ukraina.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260505133335-134-1355263/putin-disebut-jadi-target-kudeta-dan-pembunuhan-rusia-siaga-tinggi
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.