Korut Ubah Konstitusi, Hapus Semua Niat Damai dengan Korsel
Jakarta, Korea Utara menghapus semua referensi dan dokumen tentang upaya penyatuan (unifikasi) dengan Korea Selatan dari konstitusinya.Dalam dokumen yang dilihat AFP pada Rabu (6/5...
Konstitusi yang direvisi itu juga mencakup klausul baru yang membatasi wilayah Korea Utara. Disebutkan bahwa wilayah itu mencakup daerah yang berbatasan dengan China dan Rusia di utara, "dan Republik Korea di selatan"."Korea Utara sama sekali tidak mengizinkan pelanggaran apa pun terhadap wilayahnya," demikian bunyi revisi dalam klausul itu.Perkembangan terbaru ini terjadi setelah pemimpin Korut Kim Jong Un menyebut Korsel sebagai "negara yang paling bermusuhan", dalam pidatonya pada Maret lalu.Sebelumnya Presiden Korea Selatan yang berhaluan moderat, Lee Jae Myung, telah menyerukan negosiasi dengan Korea Utara tanpa prasyarat apa pun. Lee bahkan mengatakan kedua negara ditakdirkan untuk "membuat bunga perdamaian bermekaran".Lihat Juga :Presiden Pezeshkian Tepis Klaim Trump soal Para Pemimpin Iran TerpecahNamun Korut masih belum menanggapi tawaran pemerintah Lee, dan berulang kali menyebut Korsel sebagai musuh. Kim Jong Un malah semakin bertekad meningkatkan kekuatan nuklirnya.Pada April lalu, Pyongyang telah melakukan empat kali uji coba rudal. Ini menjadi yang terbanyak yang dilakukan Korut dalam kurun waktu satu bulan.Korut juga kian dekat dengan Rusia. Kim Jong Un bahkan mengirim pasukan dan peluru artileri untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina. (dna)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260506141028-113-1355745/korut-ubah-konstitusi-hapus-semua-niat-damai-dengan-korsel
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
FOTO: Suasana Iduladha di Gaza Dibalut Duka dan Keterbatasan
28 May 2026
Kebakaran Asrama Putri di Kenya, 16 Anak Tewas
28 May 2026
FOTO: Perang Lawan Iblis di Jamarat
28 May 2026
Putin Hapus Utang Warga yang Mau Perang Lawan Ukraina
28 May 2026
Serangan Dadakan, Cara AS Lemahkan Iran yang Kuasai Selat Hormuz
28 May 2026
Misi NATO, Belanda Siaga Kirim Kapal Penyapu Ranjau ke Selat Hormuz