50 Ribu Tentara AS di Timteng 'Lontang-Lantung' usai Perang Berakhir
Daftar Isi Divisi lintas Udara ke-82 Unit Ekspedisi Marinir ke-31 Pasukan Operasi Khusus 2 kapal induk AS Jakarta, Lebih dari 50.000 personel militer Amerika Serikat di Timur...
Divisi lintas Udara ke-82
Unit Ekspedisi Marinir ke-31
Pasukan Operasi Khusus
2 kapal induk AS
Jakarta, Lebih dari 50.000 personel militer Amerika Serikat di Timur Tengah 'lontang-lantung usai pemerintah yang berbasis di Washington mengumumkan telah mengakhiri perang dengan Iran.Sejak AS dan Israel meluncurkan serangan brutal ke Iran pada Februari, Presiden Donald Trump mengerahkan tentara tambahan hingga 10.000 personel.Lihat Juga :Makin Kurang Ajar, Tentara Israel Jejali Rokok ke Patung Bunda Maria
Sebelum perang pecah, menurut pejabat militer AS, jumlah tentara yang ada di kawasan Timur Tengah tercatat 40.000. Mereka tersebar di berbagai negara seperti Arab Saudi, Bahrain, Iraq, Suriah, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.Dengan demikian, jika dijumlahkan total personel militer AS di Timur Tengah mencapai lebih dari 50.000. Angka pasti itu kian rumit karena sebagian pasukan dipindah ke berbagai pangkalan AS di negara Teluk usai Iran meluncurkan serangan balasan.Kini, nasib tentara AS tak tentu usai pemerintah mengumumkan sudah mengakhiri perang dengan Iran tanpa menyinggung soal penarikan pasukan.
"Operasi itu sudah selesai. Epic Furry, sebagaimana diberitahukan presiden ke Kongres, kami sudah menuntaskan tahap tersebut. Kami sudah mencapai tujuan operasi itu," kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa (5/5).Berikut daftar pasukan AS yang dikerahkan ke Timur Tengah dan masih ada di sana, dikutip New York Times.Divisi lintas Udara ke-82Menurut berbagai laporan ada sekitar 2.000 pasukan terjun payung yang dikerahkan AS ke Timur Tengah. Mereka dikirim usai Trump sesumbar bakal menginvasi pusat ekspor minyak Iran Pulau Kharg.Lihat Juga :Viral Sultan Brunei Tampil Simpel di Wisuda Anak Padahal Kaya RayaPara pakar bahkan sempat menduga pasukan ini akan ditugaskan untuk merebut lapangan terbang Iran. Meski diancam Trump nyaris setiap waktu, Teheran senantiasa siaga dan tak takut soal invasi tersebut.Unit Ekspedisi Marinir ke-31Trump juga mengerahkan 2.500 marinir dan 2.500 personel Angkatan Laut ke Timur Tengah. Angka ini turut menambah jumlah pasukan yang menembus lebih dari 50.000.Meski dikerahkan, sejauh ini tak jelas apa tugas ribuan marinir tersebut. Pejabat Gedung Putih sempat mengatakan mereka bakal ditugaskan merebut pulau atau wilayah Iran lain.Lihat Juga :Gaji Tentara AS Naik Setiap Tahun, Bagaimana dengan Tunjangan Rumah?Pasukan Operasi KhususPada Maret lalu, pasukan operasi khusus AS tiba di Timur Tengah. Menurut sumber yang mengetahui soal ini, mereka akan ditugaskan menghancurkan fasilitas nuklir Iran.2 kapal induk ASSelama perang dengan Iran, AS juga mengerahkan dua kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS George HW Bush. Tiap kapal induk berisi lebih dari personel.Dengan demikian, jika dikalkulasikan dua kapal itu mengangkut lebih dari 10.000 personel militer AS.Kapal induk Bush dikerahkan ke Timur Tengah usai melakukan operasi di perairan Karibia, saat AS meyerang Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro.Kedua kapal itu siaga di Laut Arab dan meluncurkan serangan dari sana. (blq/bac)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260507192205-120-1356300/50-ribu-tentara-as-di-timteng-lontang-lantung-usai-perang-berakhir
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
FOTO: Suasana Iduladha di Gaza Dibalut Duka dan Keterbatasan
28 May 2026
Kebakaran Asrama Putri di Kenya, 16 Anak Tewas
28 May 2026
FOTO: Perang Lawan Iblis di Jamarat
28 May 2026
Putin Hapus Utang Warga yang Mau Perang Lawan Ukraina
28 May 2026
Serangan Dadakan, Cara AS Lemahkan Iran yang Kuasai Selat Hormuz
28 May 2026
Misi NATO, Belanda Siaga Kirim Kapal Penyapu Ranjau ke Selat Hormuz