Iran Gempur Kapal-kapal Perang AS, Tuduh Trump Langgar Gencatan
Jakarta, Militer Iran meluncurkan serangan balasan terhadap kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat setelah pasukan AS menargetkan sebuah kapal tanker minyak di perairan teritori...
Markas Pusat Khatam Al Anbiya Iran menegaskan AS telah melanggar gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April dengan melancarkan serangan udara ke Iran termasuk ke wilayah sipil seperti Pulau Qeshm.
KILAS INTERNASIONAL
2 WN Singapura Isolasi Hantavirus sampai China Vonis Mati 2 Eks Menhan
Teheran bahkan mengeklaim AS "bekerja sama dengan beberapa negara kawasan" untuk melancarkan serangan terbaru ke Iran ini, tanpa menyebutkan negara-negara tersebut.
"Militer agresor, teroris, dan perampok Amerika, dengan melanggar gencatan senjata, menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran," demikian bunyi pernyataan Khatam Al Anbiya pada Kamis (7/5) seperti dikutip Al Jazeera.
Khatam Al Anbiya juga mengeklaim serangan balasan Iran telah menyebabkan "kerusakan signifikan" pada kapal-kapal AS.
"Amerika yang kriminal dan agresor beserta negara-negara pendukungnya harus mengetahui bahwa Republik Islam Iran, sekuat seperti sebelumnya, akan memberikan respons menghancurkan terhadap setiap agresi tanpa sedikit pun keraguan," kata militer Iran.
Sejumlah media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di pelabuhan Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan kota pesisir selatan Minab.
Menlu AS Temui Paus Leo di Vatikan, Bahas Ketegangan Timur Tengah
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, juga mengutip sumber senior yang mengatakan bahwa tiga kapal perusak Angkatan Laut AS mendapat serangan dari Iran dan melarikan diri ke arah Teluk Oman.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan pasukan Iran menggunakan "berbagai jenis rudal balistik, rudal jelajah antikapal, serta drone penghancur dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi" sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh AS ini.
Eskalasi terbaru ini berlangsung kalagencatan senjata dan upaya perundingan belum juga menemukan titik terang.
Namun, Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengatakan pihaknya "mencegat serangan Iran yang tidak diprovokasi" dan membalas dengan "serangan untuk membela diri".
"Tidak ada aset AS yang terkena serangan," katanya.
CENTCOM menambahkan bahwa pihaknya "tidak mencari eskalasi, tetapi tetap berada dalam posisi siap untuk melindungi pasukan Amerika".
Trump 'Pede' Kesepakatan dengan Iran Tercapai dalam Satu Pekan
50 Ribu Tentara AS di Timteng 'Lontang-Lantung' usai Perang Berakhir
Presiden Iran Pezeshkian Ungkap Isi Pertemuan dengan Mojtaba Khamenei
Bentrok tersebut menjadi respons militer pertama Iran terhadap blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan negara itu. Dalam beberapa pekan terakhir, militer AS telah menyita sejumlah kapal Iran dan memerintahkan puluhan kapal lainnya untuk berbalik arah.
Pengepungan laut itu menjadi ujung tombak kampanye tekanan Presiden Donald Trump terhadap Iran sejak gencatan senjata mulai berlaku bulan lalu. (rds)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260508060050-106-1356351/iran-gempur-kapal-kapal-perang-as-tuduh-trump-langgar-gencatan
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
FOTO: Suasana Iduladha di Gaza Dibalut Duka dan Keterbatasan
28 May 2026
Kebakaran Asrama Putri di Kenya, 16 Anak Tewas
28 May 2026
FOTO: Perang Lawan Iblis di Jamarat
28 May 2026
Putin Hapus Utang Warga yang Mau Perang Lawan Ukraina
28 May 2026
Serangan Dadakan, Cara AS Lemahkan Iran yang Kuasai Selat Hormuz
28 May 2026
Misi NATO, Belanda Siaga Kirim Kapal Penyapu Ranjau ke Selat Hormuz