Menlu Beber KTT Asean Bahas Krisis Myanmar-Konflik Thailand vs Kamboja
Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa krisis politik di Myanmar dan konflik perbatasan antara Thailand serta Kamboja menjadi topik utama dalam Konferensi Tingka...
Mengenai situasi politik di Myanmar, Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia secara konsisten mendukung proses politik yang inklusif pascapemilu dan pembentukan pemerintahan baru. "Dari awal posisi Indonesia adalah jika pemilu tersebut berlangsung, pemilu yang dilangsungkan harus inklusif, kemudian mampu mengadres masalah-masalah yang ada di sana," kata Sugiono dalam keterangan pers yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (9/5).
Sugiono menambahkan, pemilu tersebut juga diharapkan mampu membawa perdamaian, menciptakan situasi yang lebih baik, serta berpegang pada Five-Point Consensus. Konsensus ini selama ini diyakini sebagai kesepakatan yang harus dilaksanakan di Myanmar. Dalam pertemuan itu, Sugiono juga menyinggung pembebasan tahanan politik, termasuk laporan mengenai pemindahan Daw Aung San Suu Kyi ke tahanan rumah. Menurutnya, hal ini merupakan kemajuan dalam rangka memenuhi Five-Point Consensus, sebuah kesepakatan lima poin yang dibentuk ASEAN pada tahun 2021 untuk membantu menyelesaikan krisis politik di Myanmar setelah kudeta militer.
"Setelah pemilu, ada beberapa gestur positif yang dinilai perlu diapresiasi yang dilakukan oleh pemerintah baru, yaitu di antaranya pembebasan, kalau angka yang disebut oleh pihak Myanmar, sekitar 6.000 lebih tahanan politik, kemudian juga perubahan status tahanan dari Aung San Suu Kyi," jelas Sugiono. Terkait situasi ini, Sugiono juga memaparkan langkah-langkah terukur yang akan diambil negara-negara ASEAN dalam menyikapi perkembangan di Myanmar. "Intinya, semua berpendapat sepaham bahwa sebagai satu keluarga dalam sebuah kawasan ASEAN, negara-negara anggota harus terus memberikan perhatiannya, *concern*-nya, dan terus meng-*engage* Myanmar untuk bisa menemukan jalan yang mereka tentukan sendiri dalam rangka memperbaiki situasi negara," ujarnya.
Selain krisis Myanmar, Sugiono juga menyebutkan bahwa konflik Thailand dan Kamboja turut menjadi pembahasan dalam KTT ASEAN. Ia mengutip pandangan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa seluruh negara ASEAN memiliki persoalan perbatasan. "Sejatinya, ya, di kawasan ini hampir semua, kalau tidak salah semua malah, negara-negara anggota itu punya masalah *border* yang sebenarnya menjadi masalah mendasar dari konflik antara Kamboja dan Thailand," tutur Sugiono.
Meskipun demikian, perbedaan tersebut dapat dikelola melalui negosiasi dan kerja sama untuk mencari titik temu bersama. "Daripada kita mempertajam perbedaan-perbedaan di antara kita, biarlah urusan legal itu terus berjalan, tapi *in the meantime* kenapa kita tidak mencari hal-hal yang positif yang bisa kita kerjasamakan yang kemudian bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan rakyat negara masing-masing," pungkasnya.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260509134209-106-1356871/menlu-beber-ktt-asean-bahas-krisis-myanmar-konflik-thailand-vs-kamboja
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Serangan Dadakan, Cara AS Lemahkan Iran yang Kuasai Selat Hormuz
28 May 2026
Misi NATO, Belanda Siaga Kirim Kapal Penyapu Ranjau ke Selat Hormuz
28 May 2026
Perang Melawan Iblis di Jamarat
28 May 2026
China Klaim Usir Kapal Perang Belanda dari Laut China Selatan
28 May 2026
FOTO: Israel Klaim Tewaskan Pemimpin Militer Hamas Mohammed Odeh
28 May 2026
Iran Tembak 4 Kapal di Selat Hormuz usai Diserang AS