RI Dorong PBB Lebih Berdaya dan Representasi Negara Global South
Jakarta, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pentingnya penguatan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang lebih berdaya, dan representasi negara-negara Global South dalam tata...
Dalam pidatonya di hadapan para menlu BRICS, Sugiono menyoroti tindakan sepihak dan penerapan hukum internasional yang tebang pilih, yang tidak hanya sekadar menjadi ancaman, namun juga membawa konsekuensi kemanusiaan yang mendalam.Pilihan RedaksiDi BRICS, Menlu Sugiono Singgung 4 Prajurit RI UNIFIL Gugur di LebanonMenlu Sugiono di BRICS: Tak Ada Satu Negara Pun di Atas HukumMenlu Sugiono Promosi QRIS untuk Perdagangan Intra-Negara BRICS"Tidak ada negara yang berada di atas hukum, dan ini berarti menjaga Mahkamah Internasional dari penegakan yang selektif dan campur tangan politik, serta memberdayakan Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan mandatnya secara efektif," kata Sugiono.Menurutnya institusi internasional seharusnya lebih mencerminkan realitas geopolitik saat ini, termasuk lewat keterwakilan yang lebih besar bagi negara-negara Global South."Kita ingin suatu sistem yang lebih proporsional, di mana pengakuan terhadap negara-negara tidak hanya berdasarkan dari ukuran besarnya negara, tidak juga berdasarkan pada kekuatan yang mereka miliki, tetapi diharapkan sistem itu bisa lebih adil melihat suatu negara punya kelebihan dan potensi yang menentukan," ungkap menlu.Dia mencontohkan Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam dan sumber daya strategis, dan penduduk yang besar, menjadi hal yang patut dijadikan pertimbangan untuk membuat RI sebagai negara yang diperhitungkan secara global."Global South ini merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan untuk menjadi bagian aktif. Jadi tidak selalu menjadi kelompok yang 'marjinal'" ujarnya.BRICS FMM atau Pertemuan Tingkat Tinggi Menlu BRICS merupakan pertemuan untuk mengawali Konferensi Tingkat Tinggi yang akan digelar pada September 2026. Di pertemuan ini para menlu akan mengoordinasikan kebijakan luar negeri, pembahasan isu geopolitik, dan persiapan agenda jelang KTT.RI telah resmi menjadi anggota penuh BRICS pada 6 Januari 2025, yang diumumkan secara resmi oleh Menlu Brasil (sebagai tuan rumah saat itu).Lihat Juga :Perang Trump dengan Iran Dicap 'Kemenangan' Bagi China, Kenapa?Bergabungnya Indonesia dalam BRICS bertujuan untuk memperkuat kerja sama negara Global South, memajukan kepentingan negara berkembang, mendorong reformasi multilateral, dan solidaritas perdamaian global.BRICS merupakan blok ekonomi yang beranggotakan negara-negara berkembang. Nama ini diambil dari inisial negara inisiator yakni Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.Saat ini anggota BRICS telah bertambah termasuk di antaranya Mesir, Ethiopia, Iran, Persatuan Emirat Arab, Indonesia, dan Arab Saudi (quasi member). Sementara itu 10 negara mitra BRICS saat ini antara lain Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam. (dna)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260515125510-113-1358829/ri-dorong-pbb-lebih-berdaya-dan-representasi-negara-global-south
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
FOTO: Suhu Panas Ekstrem di Mina Capai 44 Derajat Celsius
28 May 2026
Kuwait Sibuk Adang Drone Iran yang Sasar Pangkalan Udara AS
28 May 2026
Iran Serang Balik AS, Pangkalan Udara Jadi Sasaran Utama
28 May 2026
Trump ke Oman soal Selat Hormuz: Jangan Bantu Iran atau Kami Ledakan
28 May 2026
AS Kembali Serang Iran Usai Jalan Buntu Lerai Konflik di Selat Hormuz
28 May 2026
Trump Belum Puas dengan Tawaran Iran soal Kesepakatan Damai