Profil 3 Korban Tewas Penembakan Massal Masjid San Diego
Daftar Isi Profil tiga korban meninggal 1. Mansour Kaziha, 78 tahun. 2. Nader Awad, 57 tahun. 3. Abdullah, 51 tahun. Jakarta, Peristiwa penembakan di Komplek Masjid San Diego,...
Profil tiga korban meninggal
1. Mansour Kaziha, 78 tahun.
2. Nader Awad, 57 tahun.
3. Abdullah, 51 tahun.
Jakarta, Peristiwa penembakan di Komplek Masjid San Diego, Caifornia, Amerika Serikat yang menewaskan lima orang termasuk dua pelaku mendapat kecaman banyak pihak.Bahkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi insiden penembakan di San Diego Islamic Center pada Senin (18/5) sebagai peristiwa "mengerikan".Dua tersangka juga ditemukan tewas di dalam mobil yang berjarak beberapa blok dari lokasi kejadian. Polisi meyakini keduanya tewas akibat bunuh diri.
Wali Kota San Diego, Todd Gloria, menekankan bahwa "kebencian tidak memiliki tempat" di kota tersebut.Lihat Juga :Ukraina Minta Larang Kartun Masha and the Bear Meski Laku Keras"Saya ingin meyakinkan komunitas Muslim bahwa kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan Anda merasa aman di kota ini, dan tidak ada sumber daya yang akan dihemat untuk memastikan lembaga dan lokasi keagamaan kita terlindungi di masa yang sensitif ini," ucap Gloria.Sementara Direktur San Diego Islamic Center Imam Taha Hassane mengecam keras penembakan ini."Sangatlah keterlaluan menargetkan tempat ibadah," ujarnya dalam jumpa pers tak lama setelah peristiwa penembakan.Sementara dua remaja pelaku penembakan ditemukan tewas akibat luka tembak yang tampaknya dilakukan sendiri. Polisi telah menyelidiki serangan itu sebagai kejahatan kebencian.Profil tiga korban meninggalTiga korban meninggal adalah jemaah yang sehari-hari datang ke komplks pusat Islam tersebut. Al Jazeera menampilkan tiga profile jemaah tersebut, yang disebut bersikap heroik.1. Mansour Kaziha, 78 tahun.Dia dikenal sebagai Abu Ezz, karyawan lama masjid yang telah menghubungi polisi sebelum ia dibunuh. Kaziha yang berasal dari Suriah, sudah menikah dan memiliki lima anak dewasa."Dia adalah pilar, tokoh penting di masjid ini," kata ketua dewan direksi masjid, Ahmed Shabaik, kepada Al Jazeera.
Shabaik mengatakan bahwa Kaziha telah bersama masjid tersebut sejak pembangunannya pada tahun 1980-an."Dia melakukan segalanya di masjid, semua kebutuhan sehari-hari. Dia juga mengelola toko suvenir di dalam masjid dan bertanggung jawab atas semua masakan selama Ramadan untuk buka puasa dan membuat makanan sahur," kata Shabaik.Lihat Juga :Kemlu RI Ungkap Kondisi Terkini 9 WNI yang Ditahan IsraelYasser Kaziha, putra Mansour Kaziha, menggambarkan ayahnya bukan hanya sebagai tokoh masyarakat, tetapi juga "tokoh penting dalam keluarga kami"."Dia mengajari kita untuk mengharapkan kesulitan dan melewatinya untuk memenuhi tujuan pribadi kita masing-masing, seperti yang dia lakukan," kata Yasser Kaziha.2. Nader Awad, 57 tahun.Nader Awad tinggal di seberang jalan dari Kompleks Islamic Centre San Diego. Tidak heran bila Awad sering salat ke sana setiap hari.Ketika mendengar suara tembakan, Awad berlari menuju gedung tempat istrinya mengajar di sekolah tersebut."Dia meninggalkan rumahnya, mencoba pergi dan melakukan sesuatu untuk membantu," kata Imam Masjid Taha Hassane.Berbicara pada konferensi pers Selasa lalu, Hassane mengatakan bahwa istri Awad adalah seorang guru di sekolah Islam, dan dia adalah anggota komunitas yang taat.3. Abdullah, 51 tahun.Dia adalah penjaga keamanan di Komplek Masjid tersebut. Profil Facebook yang terkait dengannya memiliki 1.800 pengikut dan mencantumkan Abdullah sebagai sudah menikah.Laporan media lokal menyebutkan bahwa Abdullah adalah ayah dari delapan anak.Lihat Juga :Kemlu RI Ungkap Kondisi Terkini 9 WNI yang Ditahan IsraelPara pejabat Amerika Serikat mengatakan penjaga tersebut "memainkan peran penting" dalam mencegah serangan itu menjadi "jauh lebih buruk"."Wajar jika dikatakan tindakannya heroik. Tidak diragukan lagi, dia menyelamatkan nyawa hari ini," kata Kepala Polisi San Diego, Scott Wahl, dalam konferensi pers.Putrinya, Hawaa Abdullah, yang dikelilingi anggota keluarga pada konferensi pers mengatakan bahwa ayahnya adalah sosok penyayang dan suportif, "sahabat terbaik" dan panutan.Hawaa sangat serius menjalankan pekerjaannya melindungi masyarakat sehingga terkadang ia tidak makan selama jam kerjanya, kata Hawaa."Dia (Abdullah) ingin menyimpan makanannya sampai setelah dia meninggalkan pekerjaannya karena dia takut jika dia sedang istirahat, sesuatu yang buruk akan terjadi," katanya. (imf/bac)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260521184653-134-1360933/profil-3-korban-tewas-penembakan-massal-masjid-san-diego
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Korea Selatan Duga Rudal Iran Serang Kapal Kargonya di Selat Hormuz
28 May 2026
Ledakan Tambang di Shanxi China Ungkap Dugaan Pelanggaran Sistemik
27 May 2026
FOTO: Jamaah Haji Melaksanakan Ibadah Lempar Jumrah di Mina
27 May 2026
Momen Prabowo Salat Iduladha dengan Diaspora RI di Paris
27 May 2026
Menlu: Prabowo ke Prancis Penuhi Undangan Macron yang Tertunda
27 May 2026
Ribuan Umat Muslim Salat Iduladha di Masjid Katedral Moskow