Internasional 22 May 2026 6 views

Warga Lebanon Tuding Israel Mau Hapus Kota-kota Mereka dari Peta

JAKARTA – Sejumlah warga Lebanon menuduh Israel berupaya menghapus kota-kota tempat tinggal mereka dari peta dunia. Tuduhan ini muncul seiring kehancuran meluas di puluhan kota dan...

Warga Lebanon Tuding Israel Mau Hapus Kota-kota Mereka dari Peta
JAKARTA – Sejumlah warga Lebanon menuduh Israel berupaya menghapus kota-kota tempat tinggal mereka dari peta dunia. Tuduhan ini muncul seiring kehancuran meluas di puluhan kota dan desa di Lebanon selatan akibat serangan Israel.

Hala Farah, seorang ibu dua anak yang tinggal kurang dari satu kilometer dari perbatasan Israel, mengungkapkan kesedihannya. Kota Yarun, tempat tinggalnya, kini hancur tak berbekas. Anak-anaknya tak lagi bisa tinggal di rumah keluarga yang penuh kenangan.

"Yang tersisa hanyalah kenangan dan beberapa foto yang kami dan para tetangga coba kumpulkan, agar kami bisa menceritakan kepada anak-anak kami seperti apa Yarun itu," tutur perempuan 33 tahun itu kepada AFP.

Sejak perang antara Israel dan kelompok milisi Hizbullah pecah pada 2 Maret lalu, serangan Israel di Lebanon selatan telah menghancurkan banyak kota di sepanjang perbatasan. Kesaksian warga, pejabat, citra satelit, dan foto-foto jurnalis menunjukkan skala kehancuran yang sangat luas.

Meskipun Israel dan Hizbullah menyepakati gencatan senjata sejak 17 April, serangan dan perataan tanah di wilayah selatan justru semakin intensif. Yarun, yang dahulu menjadi garis depan pertempuran, kini hampir sepenuhnya rata dengan tanah.

Citra satelit yang dianalisis AFP menunjukkan bahwa Yarun, yang sudah sebagian besar hancur dalam perang Israel-Hizbullah sebelumnya pada awal 2025, kini telah musnah sepenuhnya setelah Hizbullah terlibat dalam perang baru untuk membantu Iran.

"Israel berusaha melenyapkan semua unsur penting kehidupan yang diperlukan untuk pulang," kata Farah. "Apa yang terjadi selama gencatan senjata menegaskan bahwa tujuan Israel adalah penghancuran kota-kota di selatan, termasuk Yarun."

Yarun, yang dihuni umat Kristen dan Muslim meskipun mayoritas Syiah, turut menyaksikan kehancuran gereja dan sekolah Kristen akibat serangan Israel.

Sekitar enam kilometer di utara Yarun, terdapat Bint Jbeil, sebuah kota kuno di puncak bukit yang dikenal sebagai benteng Hizbullah. Citra satelit pada awal April tidak menunjukkan kerusakan signifikan di sana. Namun, pada Mei ini, Bint Jbeil nyaris sepenuhnya rata dengan tanah.

Chadi Abdallah, Direktur Penelitian di Dewan Nasional untuk Penelitian Ilmiah (CNRS), menunjukkan kepada AFP gambar Bint Jbeil sebelum dan sesudah diserang. "Sebagian besar bangunan di Bint Jbeil hancur," ujarnya, menambahkan bahwa mayoritas kehancuran terjadi sejak gencatan senjata.

Menurut CNRS, serangan Israel sejak tahun 2023 telah menghancurkan lebih dari 290.000 unit rumah, dengan 61.000 di antaranya sejak perang pecah. Sekitar 12.000 unit hancur total atau sebagian sejak dimulainya gencatan senjata.

"Mereka berusaha menghapus ingatan masyarakat di wilayah ini dan menghapus sejarahnya," kata Abdallah.

Bulan lalu, Menteri Lingkungan Hidup Lebanon Tamara Zein menuduh Israel melakukan "urbisida" di Lebanon selatan, yang merujuk pada penghancuran wilayah perkotaan secara sengaja.

Para pejabat Lebanon menyatakan bahwa serangan Israel telah menewaskan lebih dari 3.000 orang. Peneliti Hanaa Jaber mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya Lebanon menyaksikan kehancuran separah ini dalam sejarahnya. Ia menambahkan bahwa lebih dari satu juta orang yang mengungsi dari selatan menghadapi "pengusiran paksa dengan dampak yang mengerikan."

"Terjadi kehancuran total di Bint Jbeil, mulai dari bangunan tempat tinggal, badan air dan listrik, hingga rumah sakit. Bahkan sekolah dan pom bensin (juga hancur)," kata Imad Bazzi dari Bint Jbeil. "Apa yang terjadi hari ini adalah perubahan geografi yang terang-terangan. Ini adalah penghancuran sistematis."

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260522124651-120-1361168/warga-lebanon-tuding-israel-mau-hapus-kota-kota-mereka-dari-peta
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.