Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard Mengundurkan Diri
Jakarta, Tulsi Gabbard mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) secara resmi pada 30 Juni mendatang.Kabar tersebut disampaikan Gab...
"Sangat berterima kasih atas kepercayaan yang Anda berikan kepada saya dan atas kesempatan untuk memimpin selama satu setengah tahun terakhir," tulis Gabbard dalam surat pengunduran dirinya.Menurutnya, diagnosis kanker tulang jenis langka pada suaminya jadi alasan pengunduran dirinya.Presiden AS Donald Trump juga mengkonfirmasi pengunduran diri Gabbard dalam sebuah unggahan di akun Truth Social miliknya.Pilihan RedaksiPerjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Bagaimana Selanjutnya?Laporan Intelijen Ungkap Kuba Punya 300 Drone Militer, Siap Serbu ASKuba Ancam Trump jika AS Berani Menyerang: Akan Ada Pertumpahan Darah"Sayangnya, setelah melakukan pekerjaan yang hebat, Tulsi Gabbard akan meninggalkan pemerintahan pada tanggal 30 Juni," tulis Trump, melansir Al Jazeera.Menurut Trump, Tulsi telah bekerja dengan luar biasa. Ia dan pihak pemerintahan lainnya akan merindukannya.Untuk sementara waktu, Wakil Direktur Utama Intelijen Nasional AS Aaron Lukas akan menggantikan posisi Gabbard sebagai pelaksana tugas (plt).Gabbard menjabat di Kongres AS sebagai anggota Partai Demokrat selama 8 tahun, dalam periode 2013-2021.Gabbard sempat ditugaskan selama invasi AS ke Irak. Pengalaman tersebut membentuk pandangannya yang sangat anti-intervensionis.Setelah meninggalkan jabatannya, Gabbard keluar dari Partai Demokrat. Pada tahun 2020, ia mendukung Presiden AS Donald Trump. Janji Trump untuk mengakhiri 'petualangan' militer AS di luar negeri menjadi motivasi dukungannya."Pemerintahan Presiden Joe Biden saat itu membuat kita menghadapi berbagai perang di berbagai front, di seluruh dunia. Kita juga menjadi lebih dekat ke ambang perang nuklir daripada sebelumnya," ujar Gabbard dalam salah satu kampanye Trump di Detroit, Michigan.
Namun, pernyataan Gabbard di masa lalu sangat kontras dengan tindakan pemerintahan Trump saat ini.Gabbard dilaporkan dikesampingkan saat pemerintah AS memutuskan untuk menculik pemimpin Venezuela, Nicolas Madura.Selain itu, ia juga sempat bungkam mengenai perang di Iran. Namun, Gabbard kemudian buka suara dan membela keputusan pemerintah AS untuk melancarkan perang terhadap Iran."Presiden, bukan komunitas intelijen, adalah pihak yang bertanggung jawab untuk menentukan apa yang menjadi ancaman langsung dan apa yang bukan," ujar Gabbard kala itu. (asr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260523071359-134-1361470/direktur-intelijen-nasional-as-tulsi-gabbard-mengundurkan-diri
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Ledakan Tambang di Shanxi China Ungkap Dugaan Pelanggaran Sistemik
27 May 2026
FOTO: Jamaah Haji Melaksanakan Ibadah Lempar Jumrah di Mina
27 May 2026
Momen Prabowo Salat Iduladha dengan Diaspora RI di Paris
27 May 2026
Menlu: Prabowo ke Prancis Penuhi Undangan Macron yang Tertunda
27 May 2026
Ribuan Umat Muslim Salat Iduladha di Masjid Katedral Moskow
27 May 2026
FOTO: Momen Iduladha 1447 H di Berbagai Negara