Alasan Bos Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard Mengundurkan Diri
Jakarta – Tulsi Gabbard, yang menjabat sebagai Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (DNI), secara resmi telah mengajukan pengunduran diri. Pengumuman ini disampaikan pada Ju...
Menurut laporan dari The Washington Post pada Sabtu (23/5), dalam surat pengunduran dirinya, Gabbard mengungkapkan alasan utama di balik keputusannya mundur dari jabatan strategis tersebut. Ia menyebut kondisi kesehatan suaminya, Abraham Williams, yang didiagnosis menderita kanker tulang langka. Gabbard menyatakan keinginannya untuk fokus mendampingi keluarga selama masa pengobatan.
"Pada saat ini saya harus meninggalkan pelayanan publik untuk berada di sisinya dan mendukungnya sepenuhnya melalui perjuangan ini," tulis Gabbard dalam surat yang diunggah melalui akun media sosial X miliknya.
Namun, beberapa media asing juga melaporkan bahwa pengunduran diri Gabbard tidak terlepas dari dinamika politik internal di Gedung Putih serta ketegangan yang mewarnai masa jabatannya sebagai kepala komunitas intelijen AS.
Laporan dari Reuters dan The Washington Post menyebutkan bahwa hubungan Gabbard dengan lingkaran keamanan nasional Presiden Donald Trump sempat memanas. Hal ini terutama terkait sikapnya mengenai Iran, di mana ia beberapa kali dilaporkan memiliki perbedaan pandangan dengan kebijakan garis keras pemerintahan Trump terhadap konflik di Timur Tengah.
Selain itu, masa jabatan Gabbard juga diwarnai sejumlah kontroversi. Beberapa anggota Partai Demokrat dan mantan pejabat intelijen AS mengkritik rekam jejak serta pendekatan politiknya yang dinilai terlalu partisan. Ia juga sempat menjadi sorotan atas pernyataannya terkait Rusia, Suriah, dan dugaan campur tangan politik dalam lembaga intelijen AS.
Media Inggris The Guardian menggambarkan masa kepemimpinan Gabbard selama sekitar 15 bulan sebagai periode yang 'bergejolak' dan penuh tekanan politik internal. Ia dikabarkan beberapa kali tersingkir dari pembahasan utama kebijakan luar negeri Gedung Putih.
Di sisi lain, Presiden Trump tetap memuji kinerja Gabbard setelah pengumuman pengunduran dirinya. Dalam pernyataan di Truth Social, Trump menyebut Gabbard telah melakukan 'pekerjaan luar biasa' selama memimpin kantor DNI.
"Sayangnya, setelah melakukan pekerjaan yang hebat, Tulsi Gabbard akan meninggalkan pemerintahan pada tanggal 30 Juni," tulis Trump, seperti dilansir Al Jazeera.
Setelah pengunduran diri Gabbard, Wakil Direktur DNI Aaron Lukas akan menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) hingga pemerintahan Trump menunjuk pejabat definitif yang baru.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260523110214-134-1361499/alasan-bos-intelijen-nasional-as-tulsi-gabbard-mengundurkan-diri
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Ledakan Tambang di Shanxi China Ungkap Dugaan Pelanggaran Sistemik
27 May 2026
FOTO: Jamaah Haji Melaksanakan Ibadah Lempar Jumrah di Mina
27 May 2026
Momen Prabowo Salat Iduladha dengan Diaspora RI di Paris
27 May 2026
Menlu: Prabowo ke Prancis Penuhi Undangan Macron yang Tertunda
27 May 2026
Ribuan Umat Muslim Salat Iduladha di Masjid Katedral Moskow
27 May 2026
FOTO: Momen Iduladha 1447 H di Berbagai Negara