Syarat Join Abraham Accords buat Nego Damai ke Iran Dinilai Mustahil
Jakarta, Sejumlah pengamat menilai permintaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar negara-negara Arab-Muslim meneken Abraham Accords sebagai syarat negosiasi damai denga...
Abraham Accords adalah perjanjian rekonsiliasi hubungan diplomatik antara negara Arab dengan Israel, yang dicetuskan Trump di masa jabatan pertamanya.Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Maroko telah meneken perjanjian ini. Sudan, yang juga telah bergabung, belum secara resmi menjalin hubungan dengan Israel.Trump secara khusus meminta agar Arab Saudi, Qatar, Mesir, Yordania, Pakistan, dan Turki ikut gabung dengan inisiatif ini.Menurut pengamat senior di Royal United Services Institute and Center for American Progress, H.A. Hellyer, sentimen Arab terhadap pemerintah Israel memburuk setelah Negeri Zionis meluncurkan agresi brutal ke Jalur Gaza, Palestina, pada 7 Oktober 2023. Agresi militer itu menewaskan lebih dari 70.000 warga Palestina."Bagi mayoritas negara yang disebutkan, biaya politik yang dibayar untuk kondisi saat ini sangat mahal," kata Hellyer, seperti dikutip AFP."Konflik di Gaza masih berlangsung, aneksasi di Tepi Barat semakin cepat, pasukan Israel masih berada di Lebanon selatan, dan Dataran Tinggi Golan diduduki," lanjutnya.Yossi Mekelberg, pengamat Timur Tengah di lembaga think-tank Chatham House, juga mengatakan tak ada lagi sikap lembut dari negara Muslim ke Israel buntut aksinya di Gaza selama ini. Karenanya, ia tak yakin negara-negara Muslim mau melakukannya."Ini sekadar iming-iming bagi Israel, dan kemungkinan besar tidak akan terjadi," ujar Mekelberg.
"Kenapa juga mereka repot-repot memberikan penghargaan kepada (Perdana Menteri Benjamin) Netanyahu setelah banyaknya kerusakan yang dia timbulkan di kawasan dan terhadap kepentingan mereka?" ucapnya.Pada 2023, Saudi sebetulnya sudah terlibat pembicaraan intens mengenai prospek bergabung Abraham Accords. Namun, pembicaraan itu tak lanjut setelah Israel menyerang Gaza.Lihat Juga :Iran Pertimbangkan Serahkan Uranium ke China, Apa Kata Beijing?Saudi menegaskan tak akan menormalisasi hubungan dengan Israel tanpa kemerdekaan Palestina.Menurut Hellyer, sikap Saudi saat ini masih sama dengan awal, mengingat betapa kejinya Israel di Jalur Gaza dan bagaimana pandangan dunia terhadap negara tersebut."Jika mereka akhirnya memutuskan normalisasi, kemungkinan akan dilakukan atas kemauan mereka sendiri," papar Hellyer.Mantan diplomat AS, Barbara A. Leaf, juga sangsi bahwa negara-negara Arab dan Muslim bakal setuju dengan permintaan Trump karena kondisi global sekarang.Lihat Juga :Trump Beri Iran Opsi soal Uranium: Serahkan ke AS atau Dihancurkan"Saya tidak merasa negara-negara Arab-Muslim yang pemimpinnya bicara kepada Presiden Trump pada 23 Mei akan menyetujui permintaannya untuk normalisasi dengan Israel sekarang," kata Leaf.Menurut sejumlah analis, permintaan Trump akan Abraham Accords sendiri tampaknya tak sungguh-sungguh. Mereka menilai Trump sepertinya hanya ingin menenangkan Israel selagi ia membuat kesepakatan dengan Iran, yang notabene musuh terbesar Negeri Zionis. (blq/bac)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260526202854-120-1362704/syarat-join-abraham-accords-buat-nego-damai-ke-iran-dinilai-mustahil
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
27 May 2026
FOTO: Jamaah Haji Melaksanakan Ibadah Lempar Jumrah di Mina
27 May 2026
Momen Prabowo Salat Iduladha dengan Diaspora RI di Paris
27 May 2026
Menlu: Prabowo ke Prancis Penuhi Undangan Macron yang Tertunda
27 May 2026
Ribuan Umat Muslim Salat Iduladha di Masjid Katedral Moskow
27 May 2026
FOTO: Momen Iduladha 1447 H di Berbagai Negara
27 May 2026
Jejak Hubungan Diplomasi Indonesia dan Prancis di Era Prabowo