Internasional 27 May 2026 5 views

Menlu Sugiono di DK PBB: Palestina Ujian Nyata Komitmen Internasional

Jakarta, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebut situasi di Palestina, khususnya di Gaza, menjadi cerminan nyata dari kegagalan komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-pri...

Menlu Sugiono di DK PBB: Palestina Ujian Nyata Komitmen Internasional
Jakarta, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebut situasi di Palestina, khususnya di Gaza, menjadi cerminan nyata dari kegagalan komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip tersebut secara adil dan konsisten.Hal ini disampaikan Sugiono dalam High-Level Open Debate Dewan Keamanan PBB (DK PBB) bertema 'Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN Centered-International System' di Markas Besar PBB, New York, Selasa (26/5) waktu setempat.Pertemuan tingkat tinggi tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri China selaku Presiden Dewan Keamanan PBB bulan Mei 2026, Wang Yi, dan dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Mengapa Israel Lakukan Segala Cara Gagalkan Negosiasi Damai AS-Iran?AS-Israel Serang Kapal Iran Dekat Selat Hormuz, Ada Korban TewasMojtaba Khamenei Kirim Pesan Baru Jelang Idul Adha, Singgung AS-SekutuPada pertemuan itu, Sugino menyerukan pentingnya komitmen terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan multilateralisme.Dalam pernyataannya Sugiono menegaskan tantangan global saat ini bukan disebabkan karena Piagam PBB kehilangan relevansi. Melainkan karena prinsip-prinsip hukum internasional dan multilateralisme terlalu sering diterapkan secara selektif."Indonesia menilai bahwa situasi di Palestina, khususnya di Gaza, menjadi cerminan nyata dari kegagalan komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip tersebut secara adil dan konsisten," kata Sugiono seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (27/5).Karenanya, Indonesia kembali menegaskan bahwa solusi dua negara (two-state solution), berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan, tetap merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.Sugiono juga menyoroti meningkatnya serangan terhadap pasukan perdamaian PBB akhir-akhir ini.

Ia menekankan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan serangan terhadap prinsip multilateralisme.Atas dasar itu, Sugiono menegaskan perlindungan terhadap pasukan perdamaian PBB mutlak harus dilakukan.Selanjutnya, Sugiono turut menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional. Termasuk UNCLOS, serta memastikan jalur pelayaran strategis internasional tidak menjadi arena konfrontasi maupun political bargaining.Sugiono menggarisbawahi bahwa meningkatnya ancaman keamanan global, termasuk dampak perkembangan artificial intelligence dan autonomous weapons terhadap karakter konflik modern."Dalam konteks tersebut, Indonesia kembali mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB agar lebih representatif, transparan, akuntabel, dan mampu mencerminkan suara negara-negara berkembang," ujarnya.Lebih lanjut, Sugiono juga menegaskan bahwa dunia tidak membutuhkan hierarki baru, melainkan pembaharuan komitmen untuk kembali pada prinsip-prinsip Piagam PBB dan memperkuat multilateralisme yang melayani seluruh negara secara setara.Di sela rangkaian pertemuan, Sugiono juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Argentina guna membahas isu-isu strategis bilateral serta perkembangan kawasan dan global. Sugiono selaku Menlu RI juga melakukan pull-aside dengan Menlu Pakistan, Bahrain, Kirgistan dan Kuba.

(dis/har)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260527094146-134-1362757/menlu-sugiono-di-dk-pbb-palestina-ujian-nyata-komitmen-internasional
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.