5 Fakta Damai AS-Iran: Pertemuan Swiss Ditunda-Lebanon Digempur
Daftar Isi 1. Kesepakatan damai diumumkan 2. Swiss siapkan pembahasan teknis 3. Iran mulai ultimatum Israel 4. Pertemuan Swiss ditunda 5. Israel terus menggempur Lebanon Jaka...
1. Kesepakatan damai diumumkan
2. Swiss siapkan pembahasan teknis
3. Iran mulai ultimatum Israel
4. Pertemuan Swiss ditunda
5. Israel terus menggempur Lebanon
Jakarta, Harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah sempat menguat setelah Amerika Serikat dan Iran diumumkan mencapai kesepakatan damai pada pertengahan Juni 2026. Kedua negara juga dijadwalkan membahas implementasi teknis kesepakatan itu dalam pertemuan di Swiss.Namun, proses damai tidak berjalan mulus. Saat AS dan Iran berupaya menerjemahkan kesepakatan politik menjadi langkah konkret, Israel justru terus melanjutkan operasi militernya di Lebanon.1. Kesepakatan damai diumumkanPerdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Senin (15/6) mengumumkan AS dan Iran telah mencapai kesepakatan damai untuk menghentikan pertempuran di berbagai front konflik.
Kesepakatan itu juga mencakup upaya menghentikan konflik di Lebanon yang selama berbulan-bulan menjadi salah satu titik panas di kawasan.Namun, pada hari yang sama Israel menunjukkan sikap berbeda. Pemerintah Israel menegaskan tidak akan mengendurkan operasi militernya terhadap Hizbullah. MenteriKeamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir bahkan menyatakan Israel tidak boleh merasa aman sebelum Hizbullah dibubarkan.Lihat Juga :Wapres AS Vance ke Swiss Bertemu Delegasi Iran Bahas Perdamaian2. Swiss siapkan pembahasan teknisPada Rabu (17/6), pemerintah Swiss mengonfirmasi pembahasan teknis implementasi kesepakatan akan digelar di Burgenstock, Swiss.Pertemuan itu dirancang untuk membahas langkah lanjutan setelah tercapainya kesepakatan politik antara AS dan Iran. Nota kesepahaman atau MoU yang akan dibahas di Swiss diharapkan dapat memperpanjang gencatan senjata rapuh hingga 60 hari.Agenda pembicaraan mencakup implementasi gencatan senjata, program nuklir Iran, keamanan kawasan, hingga mekanisme penghentian konflik. Swiss menyebut Pakistan dan Qatar berperan sebagai mediator utama.3. Iran mulai ultimatum IsraelDi tengah persiapan pembahasan teknis, Iran mulai menunjukkan ketidaksabarannya terhadap langkah Israel di Lebanon.Teheran mengancam akan menyerang Israel jika negara itu terus melanggar gencatan senjata dan melanjutkan serangan ke wilayah Lebanon.Pernyataan itu menunjukkan konflik Israel-Lebanon berpotensi mengganggu proses perdamaian yang sedang dibangun AS dan Iran.Lihat Juga :Berapa Biaya Sebenarnya yang Dihabiskan AS untuk Perang Lawan Iran?4. Pertemuan Swiss ditundaHarapan pembahasan teknis menjadi langkah maju berikutnya akhirnya tertunda. Pada Jumat (19/6), pemerintah Swiss mengumumkan pertemuan teknis antara AS, Iran, Pakistan, dan Qatar ditunda dan belum ada informasi kapan akan digelar kembali.Pertemuan itu sebelumnya dijadwalkan menjadi forum untuk menerjemahkan kesepakatan politik menjadi mekanisme yang lebih rinci dan operasional.5. Israel terus menggempur LebanonSementara proses diplomasi tersendat, konflik di lapangan terus berlangsung. Dalam beberapa hari setelah kesepakatan damai diumumkan, Israel tetap melancarkan serangan ke Lebanon.Israel tidak menganggap dirinya terikat oleh kesepakatan AS-Iran. Israel masih memandang Iran sebagai ancaman utama, khawatir Hizbullah tetap kuat, dan menghadapi dinamika politik domestik. (anm/mik)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260621130915-134-1371452/5-fakta-damai-as-iran-pertemuan-swiss-ditunda-lebanon-digempur
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
21 Jun 2026
Vance Tiba di Swiss, Siap Negosiasi dengan Iran
21 Jun 2026
Momen Menlu Iran-Swiss Bertemu Jelang Perundingan Damai dengan AS
21 Jun 2026
AS-Iran Kembali Negosiasi di Swiss Usai Serangan Israel ke Lebanon
21 Jun 2026
Seorang Pria Didakwa Terkait Serangan Anti-Muslim di Skotlandia
21 Jun 2026
Penampakan Serangan Israel di Lebanon Selatan, Tewaskan 32 Orang
21 Jun 2026
RUDAL: Saling Sindir Trump dan Netanyahu