Akses Sulit, Bupati Tapteng Sebut Bantuan ke 9 Desa Hanya Lewat Udara
Akses Sulit, Bupati Tapteng Sebut Bantuan ke 9 Desa Hanya Lewat Udara Jakarta, Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu mengatakan masih ada 9 desa yang terisolir
Jakarta, Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu mengatakan masih ada 9 desa yang terisolir usai bencana banjir dan longsor di wilayahnya.Masinton menyebut sembilan desa yang aksesnya masih terputus itu berada di daerah perbukitan. Ia mengatakan wilayah yang terisolir tersebut hanya bisa diakses dengan berjalan kaki selama 4 hingga 5 jam dari desa terdekat."Masih 9 desa lagi yang terisolir yang lokasinya di daerah perbukitan, hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 4-5 jam dari lokasi terdekat," ujarnya lewat pesan singkat, Kamis (18/12).
Kebun Sawit-Pabrik di Tapteng Disegel Sementara Buntut Banjir SumatraIa menjelaskan penyaluran bantuan terhadap sembilan desa itu dilakukan lewat jalur udara dengan helikopter atau dengan berjalan kaki dari lokasi terdekat.
"Bantuan dikirim terbatas melalui jalan kaki dari desa terdekat dan jalur udara melalui helikopter," tuturnya.Mengutip situs BNPB, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 1068 orang. Lalu, 190 orang dinyatakan hilang dan tujuh ribu jiwa dinyatakan terluka.Bencana ini juga mengakibatkan 52 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut terdampak. Dengan 147.236 rumah dinyatakan rusak.Kesaksian Pilot Polairud Saat Kirim Bantuan ke Tapteng: Pengen Nangis (tfq/dal)
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Melihat Tradisi Kumpul 'Salawate' Iduladha di Negeri Sepa Maluku
28 May 2026
Pria di Jakbar Gelapkan Uang Rp1,2 Miliar, Modus Tukar Rupiah ke Dolar
28 May 2026
Polisi: Terduga Pembunuh Sisiwi SD di Makassar Sudah Lama Incar Korban
27 May 2026
Pengasuh Ponpes di Pekalongan Diduga Cabuli Puluhan Santriwati
27 May 2026
MUI Sebut Presiden Kurban Pakai APBN Sah: Secara Syar'i Tak Ada Soal
27 May 2026
Sapi Kurban Prabowo-Gibran di Istiqlal, Dinamai Si Loreng dan Wirabumi