Prabowo Puji Demokrasi RI Kompetitif: Tak Masalah Si Doel Wagub Betawi
Presiden Prabowo Subianto menyoroti sifat kompetitif demokrasi Indonesia, baik dalam pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara aka...
Menurut Prabowo, meskipun demokrasi di Indonesia sangat kompetitif, setelah perhelatan pemilu usai, semua pihak harus bersatu dan bekerja sama membangun bangsa, tanpa lagi ada persaingan. "Demokrasi Indonesia harus lebih hebat dari demokrasi di tempat lain. Demokrasi kita adalah bersaing, sesudah bersaing, kerja sama. Siapa nomor satu, siapa nomor dua, tidak ada masalah," tegas Prabowo.
Ia kemudian mencontohkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, yang akrab disapa Bang Doel, yang turut hadir dalam acara tersebut. Prabowo menyatakan tidak mempermasalahkan latar belakang partai Rano Karno yang kini menjabat Wagub DKI Jakarta. Yang terpenting, menurutnya, setelah memenangkan pemilu, pemimpin dari partai mana pun harus bekerja untuk rakyat.
"Saya tidak ada masalah Si Doel jadi Wagub di Betawi, asal kerja untuk rakyat, ya tidak apa-apa. Mau merah, mau kuning, mau apa, yang penting kita semua kerja untuk rakyat," ujar Prabowo. Rano Karno terlihat mengangguk-angguk merespons pernyataan tersebut.
"Nanti datang pemilu, pilkada, ya kita bersaing lagi, tidak ada masalah. Itu bangsa yang dewasa, itu yang harus kita menuju ke situ," pungkas Prabowo.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251220164020-20-1309062/prabowo-puji-demokrasi-ri-kompetitif-tak-masalah-si-doel-wagub-betawi
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Kemenkum DK Jakarta Rancang Sentra Kekayaan Intelektual Kampus
28 May 2026
Polisi Selidiki Dugaan Aksi Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
28 May 2026
Melihat Tradisi Kumpul 'Salawate' Iduladha di Negeri Sepa Maluku
28 May 2026
Pria di Jakbar Gelapkan Uang Rp1,2 Miliar, Modus Tukar Rupiah ke Dolar
28 May 2026
Polisi: Terduga Pembunuh Sisiwi SD di Makassar Sudah Lama Incar Korban
27 May 2026
Pengasuh Ponpes di Pekalongan Diduga Cabuli Puluhan Santriwati