PDIP Tanggapi Wacana Pilkada Tak Langsung
Judul: PDIP Tanggapi Wacana Pilkada Tak Langsung Jakarta, PDI Perjuangan (PDIP) menanggapi wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) dari pemilihan langsung ole
Jakarta, PDI Perjuangan (PDIP) menanggapi wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) dari pemilihan langsung oleh rakyat, menjadi tidak langsung melalui DPRD.Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif DPP PDIP, Deddy Sitorus, mengatakan hingga kini belum ada kesepakatan politik maupun pembahasan resmi di parlemen terkait usulan tersebut."Ya, saya kira itu masih belum menjadi kesepakatan umum ya. Tapi kita tunggu saja perkembangannya," kata Deddy di sela menghadiri pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) Serentak PDIP Jatim, di Hotel Shangri-La Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (20/12).
Pilihan RedaksiPrabowo Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah setelah Tahun Baru, Ada Apa?Daftar Mutasi Kapolda NTB dan Tujuh WakapoldaKabur saat OTT, Kasi Datun Kejari HSU Sempat Tabrak Petugas KPKDeddy menegaskan PDIP pada prinsipnya ingin tetap menjaga hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung. Menurutnya, suara rakyat dalam pemilu merupakan hak politik mendasar yang tidak boleh dihilangkan.
"Pada prinsipnya, kita akan berusaha menjaga hak rakyat untuk memilih langsung pemimpinnya, karena yang tersisa dari rakyat cuma suaranya, itu pun sekali 5 tahun, kalau itu pun mau diambil juga akan kebangetan kita itu," ujar Deddy.Lebih lanjut, Deddy menjelaskan hingga saat ini wacana pilkada tidak langsung masih sebatas isu yang dilempar ke ruang publik dan belum masuk pembahasan resmi di DPR RI.Meski demikian, Deddy menyebut PDIP tetap melakukan kajian internal terkait berbagai opsi sistem pemilihan kepala daerah. Namun, aspirasi yang berkembang di internal partai masih mengarah pada pemilihan langsung oleh rakyat."Belum dibahas di baleg maupun di komisi. Jadi baru lemparan isu, kita belum bisa bilang nanti seperti apa. Kami juga masih melakukan kajian di partai, tetapi dari harus bawa kita mendengar bahwa masih kepingin supaya itu dipilih langsung oleh rakyat," ucap Deddy.Menanggapi alasan efisiensi anggaran yang kerap dijadikan dasar wacana pilkada tidak langsung, Deddy menilai demokrasi memang membutuhkan biaya dan tidak bisa semata-mata diukur dari aspek anggaran."Ya, itu kan dari satu pihak. Apapun kan ada biayanya ya. Demokrasi juga butuh biaya ya. Jadi, biar nanti kita biar berproses dulu," ujarnya.Wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah muncul setelah diungkap beberapa tokoh politik, termasuk Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (frd/har)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251220165115-32-1309064/pdip-tanggapi-wacana-pilkada-tak-langsung
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
GP Ansor Terima Permintaan Maaf Bahar bin Smith Dengan Satu Syarat
13 Feb 2026
FOTO: Longsor di Jalur Lingkar Utara Jatigede Sumedang
13 Feb 2026
Jokowi Jawab Rumor Jadi Wantimpres Prabowo: Saya di Solo Saja
13 Feb 2026
Bus Bawa 33 Penumpang Tabrak Truk di Tol Solo-Ngawi, Pramugari Tewas
13 Feb 2026
Perintah Prabowo ke Qodari: Kumpulin Video yang Ramal MBG Pasti Gagal
13 Feb 2026
FOTO: Aksi Bela Palestina di Depan Kedubes AS Jakarta, Singgung BoP