Masalah Sampah di Tangsel, KLH Tinjau Langsung TPA Cipeucang Serpong
Judul: Masalah Sampah di Tangsel, KLH Tinjau Langsung TPA Cipeucang Serpong Serpong, Plt Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Kementerian
Serpong, Plt Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanifah Dwi Nirwana, mengunjungi TPA Cipeucang, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (20/12).Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan tindak lanjut penanganan masalah sampah di Kota Tangerang Selatan.Hanifah ingin memastikan tahapan penanganan sampah dan pelaksanaan sanksi administratif yang telah ditetapkan Kementerian LH terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan berjalan sesuai ketentuan.
"Perhatian publik saat ini tertuju pada Kota Tangerang Selatan dalam penanganan sampah. Kami ingin memastikan Pemkot Tangsel sudah melaksanakan tahapan yang ditetapkan oleh Bapak Menteri," kata Hanifah di lokasi.Hanifah menyebut, pemerintah pusat juga berkewajiban membantu daerah dalam mengurai persoalan sampah. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian PUPR dan Kementerian Dalam Negeri, untuk memetakan skenario penanganan dalam kondisi darurat.
Lihat Juga :Musa Rajekshah Buka Suara Usai Dipecat Bahlil dari Ketua DPD GolkarIa menegaskan, penanganan sampah di Tangsel harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Saat ini, Tangsel memiliki 54 TPS 3R, dua TPST, serta lebih dari 400 bank sampah yang perlu dioptimalkan."Situasi ini harus menjadi momentum transformasi pengelolaan sampah dengan melibatkan semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat," ujarnya.Terkait penutupan operasional TPA Cipeucang, Hanifah menjelaskan bahwa sesuai sanksi, dalam kurun 180 hari seharusnya sudah tersedia landfill baru dan seluruh area penampungan terbuka (open dumping) dilakukan penutupan (capping) untuk mencegah pencemaran lanjutan. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah kendala, termasuk gagalnya rencana kerja sama dengan daerah lain."Kondisi ini akan kami laporkan kepada Bapak Menteri. Kami berharap ada perpanjangan waktu agar penutupan TPA dilakukan secara pantas dan tidak menimbulkan dampak lingkungan," katanya.Hanifah menambahkan, Pemkot Tangsel juga tengah menjajaki kerja sama pengelolaan sampah dengan daerah lain, termasuk Kota Serang. Selain itu, penguatan pemilahan sampah di sumber menjadi kunci untuk mengurangi beban pengelolaan di TPA.Lihat Juga :Lawan Petugas & Kabur, KPK Akan Terbitkan DPO Kasi Datun Kejari HSUSementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, kunjungan Deputi KLH bertujuan meninjau progres penataan kawasan TPA Cipeucang yang saat ini sedang berjalan."Penataan meliputi perbaikan akses jalan, pembangunan bronjong, serta rencana pembangunan fasilitas Material Recovery Facility (MRF)," ujar Pilar.Ia menyebutkan, Pemkot Tangsel telah menyiapkan lahan sekitar 4.000 meter persegi untuk pembangunan hanggar dan MRF yang direncanakan mulai dibangun tahun depan. Selain itu, pembebasan lahan seluas satu hektare juga dilakukan untuk persiapan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).Pilar menambahkan, Pemkot Tangsel terus mendorong peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah dari rumah tangga. Melalui peraturan wali kota terbaru, ketua RW ditunjuk sebagai koordinator bank sampah di lingkungan masing-masing, dengan lurah dan camat sebagai pembina.Lihat Juga :Atalia Praratya Akan Hadiri Mediasi Gugatan Cerai dengan Ridwan Kamil"Penanganan sampah Tangsel harus berjalan dari hulu sampai hilir. Pemilahan dan pengurangan sampah dari rumah tangga menjadi kunci keberhasilan," kata Pilar.Penumpukan sampah di Tangerang Selatan diketahui dipicu oleh penutupan sementara TPA Cipeucang selama sekitar 10 hari akibat penataan dan normalisasi saluran air serta kali yang tertutup sampah.Proses penataan diperkirakan berlangsung hingga satu bulan. Sebagai solusi sementara, sampah dialihkan ke 54 TPS3R dengan kapasitas 99 ton per hari serta dua TPST dengan kapasitas 14 ton per hari, sehingga layanan persampahan tetap berjalan.KLH/BPLH menegaskan bahwa penanganan sampah Pasar Cimanggis merupakan bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah perkotaan yang responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada perlindungan kesehatan serta lingkungan hidup masyarakat. (arl/bac)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251220184840-20-1309081/masalah-sampah-di-tangsel-klh-tinjau-langsung-tpa-cipeucang-serpong
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
GP Ansor Terima Permintaan Maaf Bahar bin Smith Dengan Satu Syarat
13 Feb 2026
FOTO: Longsor di Jalur Lingkar Utara Jatigede Sumedang
13 Feb 2026
Jokowi Jawab Rumor Jadi Wantimpres Prabowo: Saya di Solo Saja
13 Feb 2026
Bus Bawa 33 Penumpang Tabrak Truk di Tol Solo-Ngawi, Pramugari Tewas
13 Feb 2026
Perintah Prabowo ke Qodari: Kumpulin Video yang Ramal MBG Pasti Gagal
13 Feb 2026
FOTO: Aksi Bela Palestina di Depan Kedubes AS Jakarta, Singgung BoP