Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Demokrat Singgung soal Salary Cap
Judul: Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Demokrat Singgung soal Salary Cap Jakarta, Partai Demokrat menegaskan menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) dipilih melalui DPR
Jakarta, Partai Demokrat menegaskan menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) dipilih melalui DPRD.Ketua Dewan Pakar Demokrat, Andi Mallarangeng mengatakan wacana ini sama saja dengan mengambil hak rakyat dan memberikannya kepada elite politik."Kalau tiba-tiba diubah lagi menjadi oleh DPRD, sama saja mengambil hak rakyat untuk memilih pemimpinnya, diberikan kepada elit politik, yang namanya DPRD," katanya di acara Inside Politics with Diana Valencia yang disiarkan , Selasa (23/12) malam.
Andi mengakui kalau biaya politik mahal. Oleh karena itu ia menyarankan agar fokus untuk membuat Pilkada tidak mahal, bukan dengan menghilangkan pemilihan langsung."Tapi kalau itu persoalannya, ada banyak cara untuk membuat Pilkada menjadi lebih murah. Tinggal kita mau apa tidak. Kan persoalannya bahwa Pilkada mahal? Kalau Pilkada mahal, jangan kemudian mari kita fokus pada bagaimana membuatnya tidak mahal," ujarnya.
Lihat Juga :Demokrat Tolak Usul Pilkada Lewat DPRD: Kami Pernah MenolaknyaMenurutnya, permasalahan besarnya biaya politik ada di penegakan hukumnya. Tidak akan ada praktik politik uang atau money politics jika penegakan hukumnya berjalan dengan baik."Kalau itu money politics-nya yang jadi masalah, maka penegakan hukum. Kalau penegakan hukum dilakukan dengan baik, maka enggak ada orang berani main-main dengan Pilkada,"Andi kemudian memberikan alternatif-alternatif lain untuk menekan biaya politik dari Pilkada. Salah satunya adalah dengan membatasi uang untuk biaya politik."Kalau di klub sepak bola namanya Salary Cap ya, masing-masing klub sepak bola itu ditentukan berapa banyak boleh dia spending dalam rangka itu," jelasnya"Di Amerika juga ada, kemarin itu seorang Hamdani, pemilihan Wali Kota New York, sampai mengatakan 'Tolong enggak usah lagi kirimin uang saya, kasih sumbangan politik karena saya sudah mencapai limit'. Limit penerimaan sudah capai, limit spending juga sudah dia capai," sambungnya.Terkait dengan mahalnya biaya penyelenggaraan pemilihan secara langsung, Andi juga merekomendasikan pengurangan Tempat Penghitungan Suara (TPS)."Begini, caranya adalah kurangi jumlah TPS. Kurangi jumlah TPS maka dia akan menjadi lebih murah. Apalagi kan cuma tiga kalau sekarang Pemilu Daerah itu cuma Kepala Daerah, Pemilu Provinsi, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Cuma tiga kotak di dalam yang dipilih. Karena itu penghitungannya cepat," ujarnya.Sebelumnya, ada rekomendasi dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) partai Golkar untuk mendorong pilkada tak langsung atau via DPRD dan koalisi permanen.Mayoritas fraksi telah menyatakan dukungan terhadap usul itu, yaitu Gerindra, PAN, dan PKB. Sedangkan, PDIP sudah tegas menolak. Sementara NasDem masih belum merespons.Lihat Juga :PDIP Tolak Wacana Pilkada via DPRD, Minta Semuanya Fokus Urus Bencana (fma/ugo)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251224064445-32-1310155/tolak-kepala-daerah-dipilih-dprd-demokrat-singgung-soal-salary-cap
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Habiburokhman: Waspadai Penumpang Gelap Reformasi Polri
13 Feb 2026
Prabowo Mau Bangun 10 Kampus Baru Tahun Ini
13 Feb 2026
Saksi di Sidang Noel Akui Terima Uang 'Terima Kasih' Rp65 Juta
13 Feb 2026
Anak Riza Chalid Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak Mentah
13 Feb 2026
Super Air Jet Lombok-Surabaya Delay 5 Jam, Penumpang Protes
13 Feb 2026
Riva Siahaan dkk Dituntut 14 Tahun Bui dalam Kasus Korupsi BBM