Polisi: Kematian Siswa SMPN 19 Tangsel karena Tumor, Bukan Bullying
Jakarta – Kepolisian Resor Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan bahwa kematian siswa SMP Negeri (SMPN) 19 Kota Tangerang Selatan bukan disebabkan oleh perundungan (bullying), mel...
Kapolres Tangsel AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang menjelaskan bahwa kesimpulan ini didapat setelah serangkaian penyelidikan mendalam dan pemeriksaan terhadap berbagai saksi serta ahli.
"Kami telah memeriksa empat saksi dari pihak sekolah, yaitu kepala sekolah dan guru. Kemudian dua saksi dari Rumah Sakit Fatmawati, lima saksi yang merupakan teman sekelas korban, saksi terduga pelaku, serta tiga orang saksi dari pihak orang tua dan keluarga korban," ungkap Victor dalam konferensi pers di Mapolres Tangsel, Kamis (1/1).
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga melibatkan enam ahli yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter spesialis anak, dokter spesialis anak neurologi, dokter umum, dokter forensik, dan ahli pidana.
"Alasan kami melibatkan banyak ahli karena kami ingin memastikan metode penyelidikan komprehensif berdasarkan bukti ilmiah, serta untuk meluruskan penyebab kematian korban, rangkaian kejadian di tempat kejadian perkara, dan lain-lain," jelasnya.
Ahli Forensik RSUD Kabupaten Tangerang, Liauw Djai Yen, memaparkan bahwa hasil pemeriksaan menyimpulkan korban meninggal dunia akibat tumor di kepala yang menyebabkan pendarahan dan penyumbatan cairan di otak.
"Dapat disimpulkan bahwa penyebab kematian pasien adalah tumor di bagian kepala. Tumor tersebut menimbulkan pendarahan yang menyumbat saluran cairan di otak, yang kemudian menyebabkan kesulitan bernapas dan akhirnya kematian," ujar Liauw.
Liauw Djai Yen juga menambahkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dari RS Fatmawati, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Sebelumnya, MH (13), siswa SMPN 19 Tangsel, diduga menjadi korban perundungan dan meninggal dunia setelah dirawat selama seminggu di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, pada 16 November lalu. MH diduga dipukul menggunakan bangku besi di bagian kepala di ruang sekolah saat jam istirahat pada 20 Oktober 2025.
Setelah kejadian itu, pada Selasa (21/10), korban mulai mengeluhkan rasa sakit. Saat keluarga melakukan pendalaman, korban mengaku sering menerima perundungan, mulai dari dipukul hingga ditendang.
Di sisi lain, Kepala Sekolah SMP Negeri 19, Frida Tesalonik, menyatakan bahwa mendiang MH tidak pernah melapor atau mengadu kepada wali kelas terkait dugaan perundungan dari teman-temannya sejak masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
"Wali kelasnya sering bertanya kepada anak-anak, apakah ada masalah di kelas atau ada candaan yang berlebihan? Itu selalu ditanyakan," kata Frida kepada wartawan di SMPN 19 Tangsel, Selasa 18 November lalu.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260101144447-12-1312613/polisi-kematian-siswa-smpn-19-tangsel-karena-tumor-bukan-bullying
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
Pecah Ban, Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Rumah Warga di Jembrana Bali
28 May 2026
Rumah Youtuber di Bone Dibobol Maling, Emas 500 Gram Raib
28 May 2026
Pemilik Hanania Travel Dipolisikan Terkait Dugaan Penipuan Umrah
28 May 2026
Mulai Kunjungan di Paris, Prabowo Disambut di Istana Elysee
28 May 2026
Tito Karnavian Ungkap Tahapan Penanganan Pascabencana Sumatera
28 May 2026
Bahlil Disebut Hanya Ketawa-Tawa Dengar Lagu 'Mas Bahlil Ganteng'