Banjir di Cilegon-Serang: Jalan Menuju Anyer dan Masjid Agung Terendam
Banjir melanda Kota Cilegon dan Kota Serang, Banten, sejak Jumat (2/1) sore hingga Sabtu (3/1) siang. Genangan air masih bertahan di beberapa wilayah akibat hujan rintik-rintik yan...
Di Kota Cilegon, banjir merendam sejumlah titik strategis seperti Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan akses utama menuju Pantai Anyer di Kecamatan Ciwandan. Genangan air yang tinggi bahkan sempat menghanyutkan satu unit mobil. Petugas Dinas Perhubungan, kepolisian, dan warga setempat bergotong royong membantu kendaraan yang mogok.
Banjir juga merendam rumah-rumah warga. Di Kecamatan Ciwandan, lokasi terdampak meliputi Jalan Lingkar Selatan Kelurahan Kepuh, Jalan Raya Kelurahan Tegalratu (depan Koramil), dan Lingkungan Penauan Kelurahan Kubangsari. Sementara di Kecamatan Cibeber, permukiman yang terdampak antara lain Lingkungan Sambirata, Perumahan PCI Blok D, E, dan F, Perumahan Griya Praja Mandiri, serta kompleks perumahan Pemda dan PCI. Di Kecamatan Jombang, genangan terjadi di Lingkungan Keranggot, Kelurahan Sukmajaya.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi yang bersamaan dengan pasang air laut. "Prediksi BMKG, hari ini memang puncak curah hujannya cukup tinggi, ditambah dengan kondisi pasang air laut. Jadi air yang menuju ke laut tertahan dan berbalik karena kondisinya sedang pasang," ujarnya pada Sabtu (3/1).
Akibat banjir di JLS dan Ciwandan, lalu lintas menuju kawasan wisata Anyer terganggu. Truk yang hendak menyeberang dari Pelindo II Ciwandan menuju Pelabuhan Merak dialihkan sejak Jumat malam. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyatakan pengalihan ini dilakukan bersama kepolisian dan KSOP untuk menjaga kelancaran layanan penyeberangan selama libur Natal dan Tahun Baru.
Di Kota Serang, banjir merendam kawasan bersejarah, termasuk makam keluarga Sultan Banten di area Masjid Agung Banten Lama dengan ketinggian air mencapai 20 sentimeter. Secara keseluruhan, banjir di Kota Serang berdampak pada 1.087 kepala keluarga atau 3.033 jiwa, dengan 1.023 rumah terendam. Wilayah terdampak terparah adalah Kecamatan Kasemen dengan 1.077 kepala keluarga. Di Kecamatan Serang, tepatnya di Cimuncang Cilik, Kelurahan Cimuncang, banjir setinggi 30 sentimeter merendam rumah 10 kepala keluarga.
BPBD di kedua wilayah terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260103140823-20-1313146/banjir-di-cilegon-serang-jalan-menuju-anyer-dan-masjid-agung-terendam
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
13 Lubang Bekas Tembakan Ditemukan di Pesawat Smart Air
14 Feb 2026
Daftar Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Soekarno Run 2026 Besok
14 Feb 2026
Penembak Pesawat Smart Air Berasal dari KKB Kanibal dan Semut Merah
14 Feb 2026
Pramono Sebut DKI Akan Tertibkan Pasar Palmerah untuk Tata Kota
14 Feb 2026
Geger Warga Temukan Jasad Bayi Dililit Lakban di Tangerang
14 Feb 2026
Kesaksian Sekolah soal Pelajar Ditemukan Tewas di Kampung Gajah