Gunung Ili Lewotolok di NTT dan Gunung Ibu di Malut Erupsi
Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Jumat (9/1) pagi. Gunung Ili Lewotolok...
Gunung Ili Lewotolok menunjukkan aktivitas erupsi yang tinggi dengan total 162 letusan. Letusan ini menghasilkan kolom asap setinggi 100 hingga 200 meter, berwarna putih dan kelabu. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan bahwa erupsi disertai lontaran material pijar terbatas dalam radius kawah serta gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang.
Yeremias menambahkan bahwa gunung terlihat jelas hingga kabut skala 0-III, tanpa asap kawah yang teramati. Cuaca cerah, berawan, dan hujan dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara berkisar antara 24 hingga 30 derajat Celcius. Data menunjukkan amplitudo letusan berkisar 15,6 hingga 34,2 milimeter dengan durasi 40 hingga 50 detik per letusan. Status aktivitas Gunung Ili Lewotolok saat ini berada di Level II (Waspada).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat sekitar dan pengunjung untuk tidak memasuki wilayah dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Kawasan sektoral selatan-tenggara dan barat juga dilarang untuk aktivitas hingga sejauh 2,5 kilometer dari pusat aktivitas. Masyarakat diminta mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava serta awan panas pada sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut Gunung Ili Lewotolok. PVMBG juga mengingatkan agar masyarakat tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman, karena itu adalah ciri aktivitas normal pada fase erupsi.
Untuk informasi terkini, pemerintah daerah dan masyarakat dapat berkoordinasi dengan Pos Pengamatan di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, atau menghubungi PVMBG Badan Geologi di Bandung.
Sementara itu, Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, juga erupsi pada Jumat (9/1) sekitar pukul 07.09 WIT. Erupsi ini menyemburkan abu vulkanik setinggi hingga 400 meter di atas puncak. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu, Darsono H Muhammad Nur, menjelaskan bahwa kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah Barat Daya. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 40 detik.
Gunung Ibu, dengan ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut, masih berada pada status Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dan perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian Utara dari kawah aktif gunung. Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker dan kacamata.
Darsono meminta semua pihak untuk menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan berita bohong (hoax), dan tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya, serta selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta untuk senantiasa berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu, untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Ibu.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260109143430-20-1315284/gunung-ili-lewotolok-di-ntt-dan-gunung-ibu-di-malut-erupsi
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
15 Feb 2026
Fakta-fakta Siswa SMP Bandung Dibunuh Pelajar SMK di Eks Kampung Gajah
15 Feb 2026
Polisi Larang Sahur On Road di Makassar
15 Feb 2026
Bahlil: Sebagai Ketum Partai, Saya Berencana Maju Caleg
15 Feb 2026
KPK Minta Saksi Klaim Penyidik Minta Rp10 M ke Terdakwa Buat Laporan
15 Feb 2026
KPK Bakal Tagih Pengembalian Uang US$10 Ribu ke Bupati Buol
15 Feb 2026
3 Rumah di Puncak Bogor Tertimpa Longsor, Belasan Keluarga Mengungsi