Tedjowulan Klaim Panembahan Agung Keraton Surakarta, Apa Artinya?
Solo, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPH-PA) Tedjowulan kini menjabat sebagai Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta. Peneliti Sraddha Institute, Rendra Agu...
Peneliti Sraddha Institute, Rendra Agusta, menjelaskan bahwa 'panembahan' berasal dari kata 'sembah' atau menghormati. Gelar ini biasanya diberikan kepada orang yang dihormati atau dituakan.
"Sepanjang sejarah, banyak tokoh yang memakai gelar panembahan," kata Rendra pada Selasa (20/1).
Banyak tokoh dalam sejarah Dinasti Mataram Islam menyandang gelar Panembahan. Gelar ini diberikan kepada orang yang dihormati atau dituakan. Rendra mencontohkan Pangeran Kajoran yang hidup di era Sultan Agung Hanyakrakusuma. Pangeran Kajoran mendapat gelar Panembahan Romo karena kepemimpinan dan keilmuannya.
Tradisi pemberian gelar 'panembahan' kepada sesepuh ini bahkan berlanjut hingga menjelang kemerdekaan. "Di masa Pakubuwana XII juga ada Panembahan Hadiwijaya, seorang yang menjadi tempat raja meminta pertimbangan," tambahnya.
Namun, Rendra mengaku belum pernah mendengar 'panembahan' digunakan sebagai jabatan di Keraton Surakarta seperti KGPH-PA Tedjowulan yang kini menjabat Panembahan Agung Keraton Surakarta. "Saya kurang tahu apakah ada Panembahan yang menjadi caretaker (pelaksana tugas raja)," kata Rendra.
Meski demikian, adanya sesepuh yang memandu masa transisi kepemimpinan di Keraton Surakarta bukan hal baru. "Tapi biasanya memang ada wali raja pada masa transisi. Ada masa permusyawaratan yang biasanya dipimpin oleh tetua. Bisa adik raja atau orang yang dituakan," ujarnya.
Sebelumnya, Gusti Tedjowulan melepas jabatannya sebagai Maha Menteri Keraton Surakarta. Adik beda ibu dari mendiang SISKS Pakubuwana XIII Hangabehi itu kini menyebut dirinya Panembahan Agung Karaton Kasunanan Surakarta.
Pergantian jabatan tersebut dilakukan Gusti Tedjo setelah menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan nomor 8 tahun 2026 tentang Penunjukan Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.
SK tersebut diserahkan Fadli Zon kepada Gusti Tedjo di Jakarta pada 9 Januari lalu. Sedangkan seremoni serah terima digelar di Sasana Handrawina, Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu (18/1).
"Dalam menjalankan tugas sebagai pelaksana dan penanggung jawab pengelolaan keraton, Gusti Tedjowulan berkedudukan sebagai Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," kata juru bicara Panembahan Agung Tedjowulan, Kangjeng Pakoenegoro, melalui keterangan tertulis pada Senin (19/1).
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260120150413-20-1318906/tedjowulan-klaim-panembahan-agung-keraton-surakarta-apa-artinya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
16 Feb 2026
Prabowo ke AS Ditemani Bahlil dan Teddy untuk Ketemu Trump
16 Feb 2026
Sistem Ganjil-Genap DKI Jakarta Ditiadakan pada Libur Imlek 2026
16 Feb 2026
93 Persen Warga Jakarta Kurang Olah Raga dan Aktivitas Fisik
16 Feb 2026
Sambut Imlek, Petugas PPSU Bersihkan Vihara Viriya Bala di Jaktim
16 Feb 2026
Kronologi Konsultan Jantung Anak dr Piprim Dipecat Menkes BGS
16 Feb 2026
Sidang Isbat Digelar Besok, Awal Puasa Ramadan Diprediksi Beda