Nasional 21 Jan 2026 6 views

Banjir di Pulau Jawa: Bekasi, Kudus, Pati hingga Pasuruan

Banjir melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa sejak awal hingga pertengahan Januari 2026. Selain Jakarta, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Pasuruan, Lamongan, Karawang,...

Banjir di Pulau Jawa: Bekasi, Kudus, Pati hingga Pasuruan
Banjir melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa sejak awal hingga pertengahan Januari 2026. Selain Jakarta, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Pasuruan, Lamongan, Karawang, Bekasi, Kudus, dan Pati, menyebabkan ratusan rumah terendam dan ribuan keluarga terdampak.

**Pasuruan**
Banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang dimulai sejak Selasa (20/1) sore, masih belum surut hingga Rabu (21/1) pagi. Sebanyak 13 desa di tiga kecamatan (Winongan, Grati, dan Rejoso) masih terendam dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa delapan desa di Kecamatan Winongan, termasuk Prodo, Winongan Kidul, dan Bandaran, masih terendam, dengan ribuan kepala keluarga terdampak. Sementara itu, banjir di beberapa desa seperti Sekarputih dan Ranggeh di Kecamatan Gondangwetan, serta Desa Sruwi di Kecamatan Winongan, sudah mulai surut.

**Lamongan**
Banjir di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Jero, Lamongan, masih berlangsung. Ketinggian muka air sungai terpantau melampaui ambang batas Siaga Merah. Data UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kuro menunjukkan kenaikan signifikan pada papan duga air di Kali Blawi, mencapai +0,77 meter pada Rabu (21/1) pukul 06.09 WIB, jauh di atas ambang batas Siaga Merah (+0,50 meter). Kepala Bagian Komunikasi dan Informatika Lamongan, Sugeng Widodo, menjelaskan bahwa kenaikan debit air ini dipicu oleh hujan intensitas tinggi. BPBD Lamongan mencatat, luapan Bengawan Jero berdampak pada 5.188 rumah warga dan 7.125 hektare lahan pertanian di lima kecamatan (Kalitengah, Turi, Deket, Glagah, dan Karangbinangun), serta 92 lembaga pendidikan.

**Bekasi**
Tanggul Sungai Citarum di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, jebol pada Selasa (20/1). Akibatnya, air sungai meluap dan merendam ratusan permukiman warga. Warga setempat, Satibi (45), mengatakan bahwa air langsung mengalir deras ke permukiman dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter, merendam rumah dan jalan utama desa. Kondisi tanah yang rapuh dan letak tanggul yang berbatasan dengan jalan raya mempercepat masuknya air. Selain permukiman, banjir juga mengganggu aktivitas masyarakat dan mengancam ribuan hektare tambak serta sawah dengan potensi gagal panen. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriyadi, menyatakan bahwa tanggul jebol sepanjang enam meter.

**Karawang**
Luapan Sungai Citarum juga memicu kekhawatiran warga di Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Ketua RT 04, Heri (45), melaporkan bahwa warga telah dua hari terdampak banjir hingga Senin (20/1). Kekhawatiran utama bukan hanya genangan air, tetapi juga potensi kerusakan bangunan akibat erosi yang mengikis fondasi rumah di bantaran sungai. Hingga Senin (20/1) pukul 15.00 WIB, banjir di Karawang meluas hingga 29 desa dan kelurahan di delapan kecamatan, meskipun di beberapa titik air mulai surut.

**Kudus**
Berdasarkan data BPBD Kudus, hujan sedang hingga lebat sejak Jumat (9/1) menyebabkan banjir di 38 desa yang tersebar di tujuh kecamatan, dengan 2.211 jiwa mengungsi di 14 lokasi. Tanah longsor akibat banjir yang sudah berlangsung sepekan tercatat di 135 lokasi di 14 desa di tiga kecamatan, mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan 34 rumah terdampak. Selain itu, 315,49 hektare lahan tanaman padi di Kecamatan Jati, Kaliwungu, Mejobo, Undaan, dan Jekulo juga terdampak banjir.

**Pati**
Pada Sabtu (17/1), banjir mencapai satu meter setelah Sungai Silugonggo meluap, merendam pemukiman warga Dukuh Ngantru, Desa Mustokoharjo. Ketinggian banjir yang mencapai satu meter membuat kendaraan warga tidak bisa melintas, sehingga mereka menggunakan perahu untuk beraktivitas. Bupati Pati, Sudewo, mengatakan bahwa banjir kali ini merendam 9 ribu rumah di 112 desa dalam 7 kecamatan, disebabkan oleh curah hujan tinggi. Hingga Selasa (20/1), banjir masih mengepung sejumlah wilayah di Pati, menghambat aktivitas warga yang harus menggunakan perahu untuk berobat atau mengantar anak sekolah.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260121141138-20-1319322/banjir-di-pulau-jawa-bekasi-kudus-pati-hingga-pasuruan
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.