Fakta-fakta Tukang Es Gabus Difitnah hingga TNI-Polri Minta Maaf
Judul: Fakta-fakta Tukang Es Gabus Difitnah hingga TNI-Polri Minta Maaf Daftar Isi Anggota Polri diperiksa propam Bhabinkamtibmas dapat Pembinaan Khusus TNI AD beri sanksi disipli...
Daftar Isi
Anggota Polri diperiksa propam
Bhabinkamtibmas dapat Pembinaan Khusus
TNI AD beri sanksi disiplin
Sudrajat ngaku dianiaya
Keluarga Sudrajat trauma
Polda Metro bantah penganiayaan
Jakarta, Kasus tudingan es gabus yang dibuat dengan spons oleh anggota TNI-Polri terhadap tukang es bernama Sudrajat berbuntut panjang.Berdasarkan pemeriksaan Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya seluruh sampel es gabus yang dituduhkan tersebut ternyata aman dan layak dikonsumsi.Usai viral di media sosial, kedua pelaku yang menuduh Sudrajat yakni anggota TNI Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Heri Purnomo serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi menyampaikan permohonan maaf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut fakta terbaru kasus tuduhan es gabus berbahan spons:Lihat Juga :Polisi Klaim Tak Ada Penganiayaan ke Sudrajat Penjual Es Gabus
Anggota Polri diperiksa propamPasca kasus tersebut viral di media sosial, Bid Propam Polda Metro Jaya turun tangan untuk mengusut dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Ikhwan terhadap pedagang es Sudrajat.Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E. P. Hutagalung mengatakan pengusutan ini untuk mendalami apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota tersebut."Saat ini dalam proses pemeriksaan, baik dari Propam Polres dan Polda," ujarnya kepada wartawan, Rabu (28/1).Bhabinkamtibmas dapat Pembinaan KhususReynold menambahkan pihaknya juga bakal memberikan pembinaan khusus kepada jajaran Bhabinkamtibmas pasca insiden itu."Pasti (ada sesi pembinaan khusus) dan harus selalu (karena) perkembangan dinamika situasi kamtibmas dan pemeliharaannya," jelasnya.Reynold menyebut salah satu hal yang ditekankan kepada anggota adalah soal koordinasi dengan pihak atau instansi yang berkompeten. Hal ini dimaksudkan agar anggota bisa memberikan informasi yang tepat dan benar kepada masyarakat."Di mana sesungguhnya niat Bhabinkamtibmas dan Babinsa itu untuk menjaga masyarakat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau membahayakan kesehatan. Bahkan terkesan over protective untuk masyarakat," ujarnya.Lihat Juga :Dituding Jual Es Gabus Pakai Spons, Sudrajat Mengaku Dianiaya PetugasTNI AD beri sanksi disiplinSementara itu, TNI AD memberikan sanksi disiplin kepada Heri yang melecehkan dan menuding seorang penjual bernama Sudrajat menjual es kue atau es gabus berbahan spons."Memberikan hukuman disiplin kepada Serda Heri Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku," kata Kadispenad Brigjen Donny Pramono dalam keterangannya, Rabu (28/1).Donny berharap pasca pertemuan yang dilakukan dengan korban tidak ada lagi tuntutan atau kasus tudingan palsu itu menjadi memanjang."Diharapkan tidak ada tuntutan atau konflik berkepanjangan yang timbul setelah pertemuan tersebut," tuturnya.Sudrajat ngaku dianiayaDi sisi lain, Sudrajat, yang dituding menjual es berbahan spons mengaku dianiaya oleh Heri dan Ikhwan. Ia mengaku ditonjok dan ditendang hingga terpental. Bahkan, gerobak dagangannya juga ikut ditendang."Saya ditonjok, ditendang pake sepatu bot. Ditendang," ujar Sudrajat dalam siaran TV, Rabu (28/1).Pria paruh baya itu mengatakan tendangan yang dilakukan oleh oknum aparat tersebut cukup keras hingga membuatnya terpental.Sudrajat juga dipukul di bagian bahu dan mata. Selain itu, Ia bahkan mengaku disabet menggunakan rotan."Ini (menunjuk bahu), sama ini di mata. Disabet pake rotan gitu. Selang," ucapnya sembari menunjukkan bekas luka penganiayaan.Lihat Juga :Babinsa Fitnah dan Lecehkan Sudrajat Tukang Es Disanksi DisiplinKeluarga Sudrajat traumaTak hanya itu, tuduhan kedua aparat juga menyisakan ketakutan bukan hanya bagi Sudrajat, tetapi juga anak-anaknya.Pihak keluarga menyesalkan kejadian yang menimpa Sudrajat. Andi (19), anak kedua Sudrajat mengaku masih kesal dengan perlakuan aparat kepada ayahnya."Enggak usah dikata lagi, rasa takut mah masih ada aja. Apalagi kami orang kecil," kata Andi.Tuduhan es gabus berbahan spons itu sempat membuat Sudrajat takut melangkah keluar rumah. Bukan karena merasa bersalah, tetapi karena khawatir disalahpahami orang di jalan.Kini, rasa cemas itu perlahan pudar. Dukungan dari banyak pihak membuat Sudrajat dan keluarga harus terus yakin untuk menyambung hidup dari es gabus."Senang banget, tidak ada takut lagi dan bapak rencananya tetap jualan es," jelasnya.Polda Metro bantah penganiayaanPolda Metro Jaya mengklaim tidak ada penganiayaan yang dilakukan anggota terhadap Sudrajat dalam insiden tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut hanya ada kekeliruan oleh anggota saay menyampaikan teguran."Tidak ada unsur penganiayaan. Tapi mungkin cara yang dilakukan oleh petugas tadi salah, sehingga membuat suatu tindakan yang kontroversial," jelasnya.Meski begitu, Budi mengatakan Bid Propam Polda Metro Jaya masih terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap Ikhwan. Kata dia, Ikhwan bakal diberikan sanksi jika terbukti melakukan pelanggaran."Apabila seorang anggota Polri melakukan pelanggaran, baik itu kode etik, pidana pasti ada sanksinya. Tapi kami minta waktu karena Bid Propam Polda Metro Jaya masih mendalami, apakah ada unsur kesengajaan, apakah ada penganiayaan," pungkasnya.Lihat Juga :YLBHI Desak Anggota TNI dan Polri Penghina Pedagang Es Dipidana (tfq/dal)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260129082013-12-1322245/fakta-fakta-tukang-es-gabus-difitnah-hingga-tni-polri-minta-maaf
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
15 Feb 2026
Komisi III DPR Wanti-wanti MKMK soal Pelaporan Adies Kadir
15 Feb 2026
Polisi Sebut Miras Oplosan Maut Subang Libatkan Jaringan Lintas Daerah
15 Feb 2026
Perempuan Jadi Tersangka Usai Coba Bakar Toko Emas dan Curi Perhiasan
14 Feb 2026
13 Lubang Bekas Tembakan Ditemukan di Pesawat Smart Air
14 Feb 2026
Daftar Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Soekarno Run 2026 Besok
14 Feb 2026
Penembak Pesawat Smart Air Berasal dari KKB Kanibal dan Semut Merah