Politikus NasDem Usul Parliamentary Threshold Jadi 5-7 Persen
Judul: Politikus NasDem Usul Parliamentary Threshold Jadi 5-7 Persen Jakarta, Politikus NasDem M Rifqinizamy Karsayuda mengusulkan ambang batas parlemen atau parliamentary thresho...
Jakarta, Politikus NasDem M Rifqinizamy Karsayuda mengusulkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold ditingkatkan menjadi 5-7 persen.Isu ini berkenaan dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan DPR menghapus ambang batas parlemen sebesar empat persen karena dinilai tak sejalan dengan prinsip kedaulatan rakyat dan keadilan pemilu.Buntut putusan tersebut, DPR disebut akan merevisi UU Pemilu yang akan mengatur ketentuan ambang batas parlemen tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam pandangan Partai NasDem, parliamentary threshold itu dibutuhkan, mutlak adanya, bahkan kami mengusulkan di atas ambang batas parlemen yang ada sekarang, di atas 4 persen, angka moderatnya mungkin di atas 5 persen, 6 atau 7 persen," kata Rifqi lewat pesan singkat, Jumat (30/1).Ketua Komisi II DPR itu mengusulkan besaran itu tak hanya diterapkan di tingkat nasional, tapi juga di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Pilihan RedaksiDasco Bantah Wacana Presiden Dipilih MPR di RUU PemiluBanjir di Pulau Jawa: Bekasi, Kudus, Pati hingga PasuruanPAN Dukung Ambang Batas Parlemen DihapusIa berpendapat langkah itu merupakan upaya untuk menguatkan institusionalisasi partai politik di Indonesia."Pemerintahan lebih efektif, dan kita akan menuju pada penyederhanaan partai secara alamiah," ujar dia.Rifqi juga menyatakan partai politik yang sehat merupakan partai politik yang terinstitusionalisasi dengan kuat.Ia menjelaskan salah satu cirinya adalah memiliki basis akar suara dan ideologi yang kuat.Rifqi pun menyatakan salah satu caranya melalui ambang batas parlemen, di mana partai politik dipaksa membenahi diri dalam memperkuat struktur dan mendapatkan suara yang signifikan di dalam pemilu.Lalu, Rifqi juga menyampaikan ambang batas parlemen ini dibutuhkan untuk mencapai pemerintahan yang efektif."Terlalu banyak partai itu juga akan menghadirkan checks and balances yang tidak terlalu sehat dan pada akhirnya pemerintahan berjalan kurang efektif," ucapnya.Meski begitu, Rifqi sendiri mengakui bahwa kekurangan ambang batas parlemen adalah suara di pemilu yang terbuang."Bahwa suara-suara yang tidak masuk parliamentary threshold itu tidak bisa terkonversi ke dalam kursi, tapi itu adalah konsekuensi dari sebuah keinginan kita untuk lebih mematangkan demokrasi keterwakilan kita di parlemen," ujar dia.
(mnf/isn)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260130131644-32-1322747/politikus-nasdem-usul-parliamentary-threshold-jadi-5-7-persen
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
11 Apr 2026
Pramono Dukung Penangkapan Masif Ikan Sapu-sapu di Sungai Jakarta
11 Apr 2026
Prabowo Sapa Nachrowi Teman di Akmil: Dia Disiplin, Saya Agak Nakal
11 Apr 2026
Wamendagri Tinjau WFH Perdana Bogor, Apresiasi Pengawasan Digital ASN
11 Apr 2026
Pramono Respons Tukang Bubur di Tanah Abang Dipalak
11 Apr 2026
4 Daerah di Sulsel Berstatus KLB Campak, Total 169 Kasus Positif
11 Apr 2026
FOTO: Kemeriahan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng Jakarta