Rais Aam dan Gus Ipul Tak Datang di Harlah 1 Abad NU di Istora
Judul: Rais Aam dan Gus Ipul Tak Datang di Harlah 1 Abad NU di Istora Jakarta, Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) Miftachul Akhyar dan Sekjen Pengurus Besar NU (PBNU) Saifullah Yusuf a...
Jakarta, Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) Miftachul Akhyar dan Sekjen Pengurus Besar NU (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul absen dalam perayaan 1 Abad NU di Istora, Jakarta, Sabtu (31/1).Padahal sebelumnya Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya dalam poster di media sosialnya, mencantumkan gambar Miftachul Akhyar bersama Presiden Prabowo Subianto. Belakangan Prabowo juga tak hadir di acara ini.Ketidakhadiran Gus Ipul juga menimbulkan tanda tanya karena sebagai sekjen, mestinya ia hadir di acara penting ini. Miftachul dan Gus Ipul adalah dua sosok yang beberapa waktu lalu berseberangan dengan Yahya terkait pemberhentiannya sebagai Ketum oleh Rais Aam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Yahya punya alasan tersendiri soal ketidakhadiran keduanya di Harlah 1 Abad NU hari ini. "Mengenai Rais Aam, Kiai Haji Miftachul Akhyar, kami tadi malam sudah mendapatkan kabar dari beliau bahwa sedianya beliau akan berangkat, tapi beliau mengalami kendala kesehatan, sehingga beliau berhalangan untuk bisa ikut hadir," kata Yahya usai acara.
Lihat Juga :Muktamar NU Akan Digelar Juli-Agustus 2026Ia pun mengatakan khutbah yang seharusnya disampaikan Miftach digantikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga duduk sebagai Rais Syuriyah PBNU.Sementara itu untuk Gus Ipul, ia mengatakan mungkin Gus Ipul yang juga menjabat Mensos itu memiliki kesibukan lain."Yang jelas sesudah ini semua proses-proses organisasi akan terus kita jalankan sebagaimana mestinya untuk sampai kepada penuntasan amanah dan mandat dari Muktamar Lampung 2021 yang lalu," kata Yahya.Pada hari ini, NU menggelar Harlah 1 abad di Istora Senayan, Jakarta. Sejumlah tokoh hadir ke acara tersebut.Hubungan Rais Aam dengan Gus Yahya sempat memanas beberapa waktu lalu. Rais Aam sempat mengeluarkan surat yang meminta Gus Yahya mundur sebagai Ketum.Namun kemudian keduanya memilih jalan islah. Gus Yahya kini kembali menjabat sebagai Ketum PBNU.Keputusan itu diambil dalam Rapat Pleno PBNU yang dipimpin Miftachul.Lihat Juga :Rais Aam soal Gus Yahya Ketum PBNU Lagi: Kelalaian DimaafkanRapat pleno yang digelar secara hybrid itu diikuti jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, Mustasyar, dan A'wan serta pimpinan badan otonom dan lembaga PBNU.Rapat pleno juga menerima pengembalian mandat KH Zulfa Mustofa dari jabatan Pejabat Ketua Umum PBNU.Demi menjaga keutuhan organisasi NU dan kemaslahatan yang lebih besar, rapat pleno memutuskan untuk meninjau kembali atau me-nasakh sanksi pemberhentian Gus Yahya yang sebelumnya ditetapkan dalam Rapat Pleno 9 Desember 2025.Selain memulihkan jabatan ketua umum, rapat pleno juga memutuskan untuk mengembalikan komposisi kepengurusan PBNU sebagaimana hasil Muktamar ke-34 NU yang telah diperbarui melalui Surat Keputusan Pergantian Antar Waktu (PAW) Tahun 2024.Nantinya, PBNU dijadwalkan akan menggelar Muktamar pada Juli-Agustus 2026, sedangkan Munas dan Konbes NU 2026 dijadwalkan pada bulan Syawal 1447 H atau April 2026. (mnf/sur)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260131114418-20-1323075/rais-aam-dan-gus-ipul-tak-datang-di-harlah-1-abad-nu-di-istora
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
13 Lubang Bekas Tembakan Ditemukan di Pesawat Smart Air
14 Feb 2026
Daftar Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Soekarno Run 2026 Besok
14 Feb 2026
Penembak Pesawat Smart Air Berasal dari KKB Kanibal dan Semut Merah
14 Feb 2026
Pramono Sebut DKI Akan Tertibkan Pasar Palmerah untuk Tata Kota
14 Feb 2026
Geger Warga Temukan Jasad Bayi Dililit Lakban di Tangerang
14 Feb 2026
Kesaksian Sekolah soal Pelajar Ditemukan Tewas di Kampung Gajah