Nasional 08 Feb 2026 3 views

Dua Perahu Digabung Angkut Sound Horeg 1 Ton dan Orang Karam di Sidoarjo

Surabaya – Salah satu dari dua perahu yang membawa perangkat sound horeg dilaporkan karam saat Tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Candi, Sidoarjo, Jawa Timur. Perahu yang dimodifi...

Dua Perahu Digabung Angkut Sound Horeg 1 Ton dan Orang Karam di Sidoarjo
Surabaya – Salah satu dari dua perahu yang membawa perangkat sound horeg dilaporkan karam saat Tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Candi, Sidoarjo, Jawa Timur. Perahu yang dimodifikasi untuk mengangkut perangkat suara raksasa tersebut diduga tidak mampu menahan beban hingga akhirnya terbalik di sungai.

Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi pada Sabtu (7/2) sekitar pukul 16.30 WIB di tepi Sungai Balongdowo. Warga menggabungkan dua perahu untuk menopang satu set sound horeg besar beserta gensetnya.

"Perahunya dua, digabung, [untuk membawa] sound, speaker, dan genset. Ternyata salah satunya tidak kuat, kena getaran akhirnya miring," kata Imam saat dikonfirmasi pada Minggu (8/2).

Selain beban perangkat yang diperkirakan mencapai satu ton, perahu tersebut juga dipenuhi lebih dari 10 orang yang asyik berjoget mengikuti alunan musik. Akibatnya, perahu kehilangan keseimbangan dan tenggelam bersama seluruh perlengkapan pencahayaan dan sistem suara.

"Kira-kira beratnya sound saja itu satu ton. Terus yang menaiki mungkin 10-an orang. Begitu miring, alat-alatnya seperti pencahayaan, genset, sound, sempat dievakuasi. Tidak ada apa-apa, karena tidak kuat menahan beban," jelasnya.

Mirisnya, kecelakaan ini merupakan pengulangan dari tahun-tahun sebelumnya. Imam mengungkapkan bahwa insiden serupa telah terjadi sebanyak tiga kali selama tradisi tahunan ini berlangsung. "Sudah tiga kali kejadian, dua tahun kemarin juga sama [perahu sound horeg tenggelam]," kata Imam.

Beruntung, lokasi kejadian kali ini berada di dekat permukiman warga sehingga proses evakuasi lebih mudah dilakukan, dibandingkan tahun sebelumnya yang terjadi di area muara. "Ini masih bisa diselamatkan karena dekat kampung. Kemarin itu dekat muara," ucapnya.

Kapolsek Candi, Kompol Septiawan Adi Prihartono, memastikan bahwa seluruh alat telah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. "Untuk sementara sudah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa," ucap Septiawan.

Meskipun sempat ada insiden, rangkaian tradisi Nyadran tetap berlanjut. Pihak kepolisian sejauh ini hanya bisa memberikan imbauan tegas agar penyelenggara lebih memperhatikan kapasitas muatan perahu demi keselamatan bersama. "Imbauan saja agar penyelenggara memakai perahu yang kuat untuk menopang bebannya," pungkasnya.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260208134208-20-1325946/dua-perahu-digabung-angkut-sound-horeg-1-ton-orang-karam-di-sidoarjo
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.