Poin-Poin Pertemuan Prabowo dengan Presiden-Wapres Terdahulu di Istana
Judul: Poin-Poin Pertemuan Prabowo dengan Presiden-Wapres Terdahulu di Istana Daftar Isi Menlu tekankan pentingnya jalur diplomasi Prabowo telepon pimpinan negara-negara teluk Kan...
Daftar Isi
Menlu tekankan pentingnya jalur diplomasi
Prabowo telepon pimpinan negara-negara teluk
Kans keberhasilan BoP menurun
Kepentingan nasional yang utama
Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengundang Presiden-Wapres terdahulu, ketua umum parpol parlemen, dan eks Menlu ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3).
Pertemuan membahas konflik di Timur Tengah ini berlangsung sekitar 4 jam dari pukul 19.30 hingga 23.30 WIB.
Lihat Juga :
Usai Bertemu Prabowo, Paloh Sebut Indonesia Tetap di BoP Trump
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
.com merangkum poin-poin penting isi pertemuan:
Menlu tekankan pentingnya jalur diplomasi
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengaku telah berkomunikasi dengan Menlu Iran Abbas Aragchi menyampaikan pentingnya penyelesaian konflik di meja perundingan demi menghentikan eskalasi konflik.
"Kemudian kita juga menekankan kembali pentingnya untuk kembali ke meja perundingan," kata Sugi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3) malam.
Sugi mengungkap dalam komunikasinya dengan Aragchi itu, ia menyatakan sikap RI yang menyatakan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan wilayah satu negara.
Selain itu, ia juga kembali menyampaikan niat Prabowo menjadi mediator dalam konflik ini.
"Saya juga menyampaikan concern dari rekan-rekan kita yang ada di negara-negara teluk terhadap serangan yang mereka dapatkan di wilayah-wilayah mereka," ujarnya.
Prabowo telepon pimpinan negara-negara teluk
Selain itu, Sugi juga menyebut Prabowo telah menjalin komunikasi langsung dengan pemimpin negara-negara di kawasan Teluk di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Negara-negara teluk merupakan negara di Kawasan Timur Tengah yang letaknya berdekatan dengan Iran, seperti Saudi Arabia, UAE, Oman, Kuwait, Qatar, dan Bahrain.
"Sudah telepon. Sudah telepon dan masih menunggu waktu MbS, belum bisa ketemu waktunya," kata Sugiono.
Kans keberhasilan BoP menurun
Sementara itu, mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengakui peluang keberhasilan Dewan Perdamaian (Board of Peace) berpotensi menurun di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
"Tadi juga disampaikan. Diulangi lagi. Apalagi dengan perang di Iran ini, bayangan bahwa BOP dan misi yang ditujukan untuk ceasefire, gencatan senjata, kemudian bantuan kemanusiaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi bisa jadi potensinya, potensi berhasilnya berkurang," kata Hasan.
Ia menangkap kesan bahwa Prabowo juga mulai berpandangan bahwa keberhasilan BoP mencapai misi perdamaiannya menurun.
Hasan pun kembali menyatakan Prabowo siap mengevaluasi keanggotaan RI di BoP di tengah eskalasi konflik ini.
"Ada kesan begitu, dan dari komunikasi beliau dengan para kepala negara lain khususnya negara-negara OKI, kesan bahwa potensi BOP berhasil telah menurun dan menurunnya berapa, kita lihat saja dengan perkembangannya," ucapnya.
Pada saat yang sama, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Indonesia tetap berada di BoP di tengah memanasnya konflik ini.
Meski begitu, Paloh menyebut Presiden Prabowo Subianto tak tertutup mengevaluasi kembali keanggotaan RI di BoP dalam kondisi ini.
"Sampai hari ini barangkali masih dalam posisi seperti itu, kecuali ada perkembangan bersama beberapa negara lain nanti, mengevaluasi ulang kembali arti keberadaan Indonesia di BoP bersama beberapa negara lainnya," kata Paloh.
Kepentingan nasional yang utama
Sementara itu, Ketum PKB Cak Imin menyampaikan pembahasan dalam pertemuan tersebut menekankan pentingnya kepentingan nasional di tengah konflik ini.
Lihat Juga :
MUI Kritik Board of Peace terkait Kolaborasi AS-Israel Serang Iran
Ia menyebut pertemuan itu membahas secara komprehensif langkah antisipasi dalam menghadapi situasi ini.
"Kepentingan bangsa kita adalah yang paling utama dalam semua aspek kerjasama dengan siapapun," kata Cak Imin. (mnf/wis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260304092752-32-1334102/poin-poin-pertemuan-prabowo-dengan-presiden-wapres-terdahulu-di-istana
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
11 Apr 2026
Pramono Minta Satpol PP Tertibkan Ondel-ondel Ngamen
11 Apr 2026
Satgas PRR Rehabilitasi 97,8 Persen Rumah Ibadah Pascabencana Sumatra
11 Apr 2026
KPK Periksa 13 Orang di Jakarta usai OTT Bupati Tulungagung
11 Apr 2026
KPK Amankan Uang Tunai dalam OTT Bupati Tulungagung
11 Apr 2026
Pramono Dukung Penangkapan Masif Ikan Sapu-sapu di Sungai Jakarta
11 Apr 2026
Prabowo Sapa Nachrowi Teman di Akmil: Dia Disiplin, Saya Agak Nakal