Bupati Pekalongan Gunakan Grup WA 'Belanja RSUD' Bagikan Uang Korupsi
Judul: Bupati Pekalongan Gunakan Grup WA 'Belanja RSUD' Bagikan Uang Korupsi Jakarta, Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) mengungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membagikan uang ha...
Jakarta, Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) mengungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membagikan uang hasil korupsinya melalui grup WhatsApp bernama "Belanja RSUD"."Di mana pengelolaan dan distribusi uang tersebut diatur oleh FAR. Pengaturan dilakukan melalui komunikasi WA Grup bernama 'Belanja RSUD' bersama para stafnya," ujar Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih, Rabu (4/3).Asep juga mengatakan untuk pengambilan uangnya dibantu oleh staf dari Fadia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap pengambilan uang untuk Bupati, staf selalu melaporkan, mendokumentasikan, dan mengirimkannya melalui WA Grup tersebut," katanya.Sepanjang tahun 2023 - 2026, diketahui terdapat transaksi masuk ke PT Raja Nusantara Berjaya senilai Rp46 miliar yang bersumber dari kontrak antara PT Raja Nusantara Berjaya dan Perangkat Daerah di Pemkab Pekalongan.
Pilihan RedaksiKPK Sudah Tetapkan Tersangka dalam Kasus OTT Bupati PekalonganGubernur Jateng Bantah Bareng Fadia Bupati Pekalongan Saat OTT KPKBupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Tersangka Pengadaan OutsourcingKemudian dari uang tersebut, Rp22 miliar digunakan untuk membayar gaji pegawai outsourcing.Sementara sisanya Rp19 miliar dinikmati dan dibagikan ke setiap anggota keluarga dan orang terdekat Fadia.Adapun rinciannya pembagiannya meliputi sebesar Rp5,5 miliar untuk Fadia Arafiq; Rp1,1 miliar untuk suaminya Mukhtaruddin Ashraff Abu; Rp2,3 miliar untuk Direktur PT RNB Rul Bayatun; Rp4,6 miliar kepada anaknya Muhammad Sabiq Ashraff; Rp2,5 miliar ke Mehnaz Na selain anaknya; dan penarikan tunai sebesar Rp3 miliar.Sebelumnya, Fadia ditetapkan sebagai tersangka tunggal di kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan Tahun Anggaran 2023-2026.Kasus ini terungkap dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang dilakukan pada Selasa (3/3) dini hari di Semarang, Jawa Tengah.Sebanyak total 14 orang yang tertangkap tangan langsung diperiksa secara intensif begitu tiba di Kantor KPK. KPK melakukan gelar perkara atau ekspose untuk menentukan status hukum para pihak tersebut pada Selasa malam.
(fam/isn)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260304155439-20-1334313/bupati-pekalongan-gunakan-grup-wa-belanja-rsud-bagikan-uang-korupsi
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
11 Apr 2026
4 Daerah di Sulsel Berstatus KLB Campak, Total 169 Kasus Positif
11 Apr 2026
FOTO: Kemeriahan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng Jakarta
11 Apr 2026
Sahroni: Penyerahan Rp300 Juta Strategi Tangkap KPK Gadungan
11 Apr 2026
Kebakaran Pabrik Kasur di Gunung Sindur, Pemadaman Masih Berlangsung
11 Apr 2026
Pramono Buka Lebaran Betawi 2026: Ini Adalah Ruang Kebersamaan
11 Apr 2026
1.313 Warga Mengungsi Imbas Gempa M4,7 di Flores Timur