Nasional 12 Mar 2026 4 views

Orang Tua Siswa Datangi KPAI Usai Izin SMK IDN Bogor Dicabut Demul

Puluhan orang tua siswa dari SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Bogor, Jawa Barat, mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Kamis (12/3)....

Orang Tua Siswa Datangi KPAI Usai Izin SMK IDN Bogor Dicabut Demul
Puluhan orang tua siswa dari SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Bogor, Jawa Barat, mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Kamis (12/3). Kedatangan mereka bertujuan untuk memperjuangkan nasib pendidikan anak-anak mereka setelah izin operasional sekolah tersebut dicabut oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Sri Malahayati, perwakilan Komite Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor, meminta negara untuk memberikan solusi atas ketidakpastian masa depan pendidikan bagi 500 murid SMK IDN Bogor. Menurutnya, kebijakan pencabutan izin ini berdampak serius, terutama karena terjadi di masa krusial pendidikan, saat siswa sedang menghadapi ujian sekolah dan proses seleksi masuk perguruan tinggi.

Dalam sesi mediasi, para orang tua mengungkapkan bahwa keputusan tersebut tidak hanya berdampak administratif, tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis dan ketidakpastian masa depan bagi ratusan siswa berprestasi. Mereka meminta solusi yang adil agar kegiatan belajar mengajar dapat terus berjalan.

Para orang tua menegaskan bahwa SMK IDN memiliki Akreditasi A dan dikenal telah menghasilkan berbagai prestasi internasional di bidang teknologi dan digital. Mereka datang bukan untuk berkonfrontasi dengan pemerintah daerah, melainkan memohon solusi yang adil dan proporsional agar hak pendidikan ratusan siswa tetap terlindungi dan mereka dapat lulus sekolah dengan normal. Sri menekankan bahwa pendidikan adalah investasi bangsa dan masa depan anak-anak tidak boleh terhenti hanya karena persoalan administratif.

Sebelumnya, para orang tua juga telah mendatangi Bale Pananggeuhan Gedung Sate Bandung pada Selasa (10/3). Sri menyatakan keterkejutannya dengan SK Gubernur tentang pembatalan izin operasional sekolah di tengah tahun ajaran, mengingat saat ini sudah Maret dan siswa akan segera menghadapi ujian.

Senada dengan Sri, wali murid lainnya, Nurdyanti, mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memberikan diskresi agar para siswa, khususnya kelas XII, tetap bisa menyelesaikan pendidikan hingga mendapatkan ijazah resmi dari lembaga tersebut. Ia menekankan bahwa prioritas saat ini adalah nasib siswa.

Polemik SMK IDN Bogor ini bermula pada November 2025 akibat perselisihan terkait status *drop out* (DO) seorang siswa yang diduga melakukan pelanggaran disiplin. Wali murid yang tidak terima melayangkan somasi dan gugatan perdata, sementara pihak sekolah melawan dengan laporan pidana. Permasalahan kemudian berkembang terkait legalitas sekolah, hingga muncul informasi SK Gubernur yang mencabut izin sekolah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait keputusan Dedi Mulyadi tersebut.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260312134023-20-1337240/orang-tua-siswa-datangi-kpai-usai-izin-smk-idn-bogor-dicabut-demul
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.