KPK: 96 Ribu Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN, Tenggat 31 Maret
Judul: KPK: 96 Ribu Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN, Tenggat 31 Maret Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sebanyak 67,98 persen penyelenggara negara atau w...
Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sebanyak 67,98 persen penyelenggara negara atau wajib lapor telah menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) periodik tahun pelaporan 2025 per 11 Maret 2026.Terdapat lebih dari 96.000 dari total 431.468 penyelenggara negara atau wajib lapor yang belum menyampaikan LHKPN.Lihat Juga :KPK Klaim Pengalihan Tahanan Yaqut Sesuai Prosedur
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Capaian tersebut diharapkan meningkat sebelum tenggat yang telah ditentukan, mengingat LHKPN merupakan instrumen penting guna mendorong transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan negara," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (26/3) dikutip dari Antara.Budi menjelaskan penyelenggara negara atau wajib lapor diharuskan menyampaikan LHKPN dengan benar, lengkap, dan tepat waktu hingga 31 Maret 2026 melalui laman elhkpn.kpk.go.id.
"Kewajiban ini berlaku bagi pimpinan lembaga negara, jajaran kabinet, pimpinan lembaga pemerintah dan nonstruktural, kepala daerah, hakim, direksi BUMN dan BUMD di seluruh Indonesia, serta pejabat lainnya," katanya.Pejabat lain yang dimaksud Budi merujuk Pasal 4A Peraturan KPK Nomor 3 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman, dan Pemeriksaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.Lihat Juga :Natalius Pigai Sentil Keras Akun 'Kementerian Kurang Ajar' soal HoaksPejabat lain tersebut seperti yang memiliki fungsi strategis dalam penyelenggaraan negara. Misalnya, pimpinan dan anggota legislatif, pimpinan perguruan tinggi negeri hingga staf khusus."KPK akan memverifikasi secara administratif setiap laporan yang masuk dan akan mempublikasikannya jika LHKPN dinyatakan lengkap. Namun, jika dinyatakan tidak lengkap, maka penyelenggara negara atau wajib lapor wajib memperbaiki dan menyampaikan ulang paling lambat 14 hari kalender sejak pemberitahuan," ujarnya.Budi mengatakan kepatuhan LHKPN menjadi wujud tanggung jawab pribadi sebagai penyelenggara negara, dan komitmen kelembagaan dalam membangun integritas sekaligus bagian dari upaya mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi.Menurutnya, masyarakat dapat mengakses LHKPN yang telah diverifikasi dan dipublikasi oleh KPK melalui laman elhkpn.kpk.go.id. (antara/fra)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260326090255-12-1341368/kpk-96-ribu-penyelenggara-negara-belum-lapor-lhkpn-tenggat-31-maret
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Total Ada 21.801 Motor Listrik untuk Kepala SPPG, Tapi Belum Dibagikan
07 Apr 2026
The Power of Viral, Parkir Liar di Kalisari Tiba-Tiba Bersih Tanpa AI
07 Apr 2026
Usai ke Bareskrim, JK Bakal Buat Aduan Hoaks Rismon dan Akun Youtube
07 Apr 2026
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Bengkulu, 2.688 KK Terdampak
07 Apr 2026
Viral Puluhan Ribu Motor MBG untuk SPPG, Ini Penjelasan Kepala BGN
07 Apr 2026
KPK Buka Peluang Panggil Bos Maktour Usai Jerat 2 Tersangka Baru