Dokter di Cianjur Meninggal Positif Tertular Campak Diduga Saat Tugas
Seorang dokter magang berinisial AMW (25) yang bertugas di RSUD Pagelaran, Cianjur, meninggal dunia setelah terinfeksi campak. Diduga, ia tertular saat bertugas dan tetap bekerja m...
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni, menjelaskan bahwa berdasarkan penelusuran awal, AMW kemungkinan sudah terinfeksi sebelum tanggal 18 Maret, saat gejala pertama kali muncul.
Andi memaparkan kronologi kejadian tersebut. Pada 18 Maret, AMW mulai merasakan demam, flu, dan batuk. Ia sempat meminta izin untuk tidak bertugas dan diizinkan beristirahat. Namun, dari tanggal 19 hingga 21 Maret 2026, AMW tetap masuk kerja selama tiga hari berturut-turut, termasuk menangani pasien campak. Ia beralasan merasa tubuhnya masih fit.
Kondisinya terus memburuk, dan pada 21 Maret, mulai muncul ruam pada kulitnya, salah satu gejala khas campak. Meskipun demikian, ia masih tetap bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menangani pasien suspek campak. Setelah itu, ia akhirnya mengajukan cuti karena kondisi kesehatannya terus menurun.
Pada 24 Maret, AMW menginformasikan kepada rekan-rekannya melalui pesan WhatsApp bahwa ia terkena campak, disertai ruam di tubuhnya. Kondisinya memburuk dengan cepat. Pada 25 Maret pukul 22.00 WIB, AMW dibawa ke IGD RS Cianjur oleh keluarganya dalam kondisi penurunan kesadaran sejak satu jam sebelumnya.
Saat tiba di rumah sakit, AMW mengalami akral dingin, tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 144 kali per menit, dan saturasi oksigen yang sangat rendah, yaitu 35 persen. Setelah diberi bantuan oksigen sungkup 15 liter per menit, saturasi oksigennya hanya meningkat menjadi 50 persen.
Pada Kamis (26/3) dini hari, pukul 00.30 WIB, pasien dirujuk ke ruang ICU. Namun, kondisinya tidak membaik. Pukul 08.15 WIB dilakukan tindakan intubasi. Beberapa jam kemudian, pada Kamis siang pukul 11.30 WIB, AMW dinyatakan meninggal dunia.
Andi menjelaskan bahwa diagnosis akhir menunjukkan campak dengan komplikasi pada jantung dan otak korban. Sehari setelahnya, pada 27 Maret 2026, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan penelusuran epidemiologis. Hasil pemeriksaan laboratorium dari Bio Farma yang keluar pada 28 Maret 2026 mengonfirmasi bahwa pasien positif campak.
Andi menegaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat penting bagi tenaga kesehatan. Ia menyatakan bahwa tenaga kesehatan yang sudah bergejala sebaiknya tidak bertugas terlebih dahulu untuk mencegah penularan dan risiko perburukan kondisi. Hal ini harus dipatuhi oleh lembaga kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260330142709-20-1342558/dokter-di-cianjur-meninggal-positif-tertular-campak-diduga-saat-tugas
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Bandar Narkoba The Doctor Tinggal di Malaysia Sejak 2024
06 Apr 2026
Banjir Rendam Tujuh Desa di Tigaraksa, Ribuan Warga Terdampak
06 Apr 2026
Polisi Kerahkan Gegana ke TKP Ledakan Pabrik Baja Sidoarjo
06 Apr 2026
Saksi Ungkap 'Duit Setan' di Kasus Suap Sertifikasi K3 Noel Ebenezer
06 Apr 2026
PT GWS Sidoarjo Ungkap Kronologi Ledakan Maut Tewaskan Satu Orang
06 Apr 2026
'The Doctor' Bandar Jaringan Koh Erwin Tiba di Polri Pakai Kursi Roda