Nasional 30 Mar 2026 4 views

Mensos Sosialisasikan DTSEN di Trenggalek, Dorong Bansos Tepat Sasaran

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengunjungi Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Minggu (29/3) untuk menyosialisasikan Data Tunggal Sosial Ek...

Mensos Sosialisasikan DTSEN di Trenggalek, Dorong Bansos Tepat Sasaran
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengunjungi Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Minggu (29/3) untuk menyosialisasikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial dan subsidi pemerintah.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul menekankan pentingnya pemutakhiran data untuk menekan kesalahan penerima manfaat. Ia menyatakan bahwa Kementerian Sosial ingin berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam upaya ini. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala desa menyambut baik kunjungan tersebut. Selain sosialisasi DTSEN, Mensos juga meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah tersebut.

Gus Ipul mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam pengelolaan data sosial, namun ia menekankan perlunya penyelarasan data antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Ia juga menjelaskan bahwa data sosial bersifat dinamis, terus berubah karena faktor seperti kelahiran, kematian, perpindahan penduduk, dan perubahan kondisi ekonomi keluarga. Oleh karena itu, koordinasi lintas tingkatan, mulai dari RT, RW, dusun, hingga dinas sosial, serta partisipasi masyarakat, sangat penting untuk menjaga akurasi data.

Menurut Gus Ipul, tingkat ketidaktepatan sasaran pada program bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako masih mencapai sekitar 45 persen. Ia berharap perbaikan data akan membuat intervensi pemerintah lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang belum terdata atau belum merasakan manfaat pembangunan.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyambut baik sosialisasi DTSEN. Ia menjelaskan bahwa Trenggalek telah memiliki sistem pengelolaan data sosial sejak 2016 melalui Posko GERTAK. Tantangan utama saat ini adalah mengintegrasikan data daerah dengan sistem nasional, khususnya melalui Badan Pusat Statistik (BPS). Nur Arifin berencana menempatkan petugas BPS di Posko Gertak agar sistem dapat terintegrasi langsung.

Ia juga meminta setiap desa memiliki operator khusus yang mampu mengoperasikan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) untuk memperbarui data secara berkala. Nur Arifin, yang akrab disapa Mas Ipin, menekankan bahwa perubahan kondisi sosial masyarakat sangat cepat sehingga pembaruan data harus rutin dilakukan. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pelayanan jemput bola ke desa-desa untuk membantu perekaman data kependudukan, termasuk bagi warga lanjut usia yang belum memiliki KTP. Untuk warga yang benar-benar membutuhkan bantuan saat menunggu pembaruan DTKS, dananya diambil dari Baznas.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260330144245-25-1342566/mensos-sosialisasikan-dtsen-di-trenggalek-dorong-bansos-tepat-sasaran
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.