Gubernur Sherly Tjoanda Buka Suara Usai Konflik Warga Halmahera Tengah
Judul: Gubernur Sherly Tjoanda Buka Suara Usai Konflik Warga Halmahera Tengah Jakarta, Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, menyatakan pemerintah provinsi telah terjun l...
Jakarta, Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, menyatakan pemerintah provinsi telah terjun langsung untuk menjamin keamanan dan mendorong dialog untuk menyelesaikan bentrok warga yang terjadi di Patani, Kabupaten Halmahera Tengah. Hingga Senin (6/4), situasi pasca bentrok di Halmahera Tengah disebut sudah membaik. "Sehingga, sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga situasi tetap kondusif, Wakil Gubernur Sarbin Sehe bersama Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Stephen M. Napiun telah turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi, memastikan keamanan masyarakat, serta membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak," kata Gubernur Sherly Tjoanda melalui siaran pers diterima Antara, Sabtu (4/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah hadir untuk memastikan semua pihak merasa didengar, dilindungi, dan mendapatkan ruang yang adil untuk menyampaikan pandangannya," imbuhnya.Ia menekankan setiap persoalan pada dasarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati. Ia juga mendorong keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah dalam membangun kembali kepercayaan antarwarga.
Lihat Juga :Polri Kirim Bantuan Personel Imbas Bentrok Warga di Halmahera TengahMenurutnya, kehadiran Wakil Gubernur dan Wakapolda di lokasi merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas sekaligus memastikan bahwa penanganan situasi berjalan secara tenang, terukur, dan berimbang."Kehadiran pemerintah dan aparat di lapangan adalah untuk menenangkan, melindungi, dan memastikan situasi tidak berkembang lebih jauh," tambahnya.Wakapolda Malut Brigjen Pol. Stephen M. Napiun di hadapan warga, Minggu, menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan dan berkomitmen mengungkap pelaku pembunuhan secara maksimal.Ia mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh berita bohong (hoaks) yang beredar."Peristiwa ini adalah murni tindak pidana atau perkelahian antarkampung, bukan konflik agama atau SARA," ujar Wakapolda.Pernyataan serupa juga disampaikan Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, yang menyatakan turut berduka cita dan berharap kejadian serupa tidak terulang.Ia menegaskan bahwa TNI siap membantu Polri dalam menuntaskan permasalahan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Utara.Menurut dia, Bupati Halmahera Tengah Ikram M Sangaji akan segera mengadakan pertemuan antara pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat dengan perwakilan Desa Sibenpopo dan Desa Banemo."Langkah ini diharapkan menjadi forum mediasi yang konstruktif guna meredam ketegangan dan mencegah konflik susulan," ujarnya.Menurut dia, dengan sinergi yang solid antara aparat keamanan dan pemerintah daerah diharapkan situasi di Halmahera Tengah segera kembali kondusif tanpa adanya eskalasi konflik lebih lanjut.Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, mulai terkendali setelah aparat gabungan TNI/Polri diterjunkan sejak Jumat pagi.Sarbin mengatakan dirinya bersama Wakapolda Maluku Utara dan Danrem 152/Baabullah menuju Halmahera Tengah untuk bertemu tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat guna mencari solusi damai bagi kedua pihak."Kita semua bersaudara, mari jaga perdamaian," ujarnya.Sementara itu, Wakapolda Maluku Utara Brigjen Polisi Stephen M. Napiun menyatakan sebanyak 250 personel gabungan TNI/Polri telah dikerahkan untuk meredam situasi agar tidak meluas."Saya meminta masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan perdamaian," katanya.Lihat Juga :Bentrok Satu Desa di Maluku Tenggara, 3 Polisi Kena PanahKonflik antarwarga terjadi pada Jumat (3/4) pagi dipicu temuan jasad seorang warga Desa Banemo di area kebun yang berada di wilayah Desa Sibenpopo.Peristiwa itu memicu kemarahan keluarga korban dan warga setempat. Aksi tersebut berujung pada penyerangan menggunakan senjata tajam dan benda berbahaya lainnya, yang kemudian dibalas oleh pihak lain sehingga terjadi saling serang.Akibat bentrokan itu, sejumlah rumah warga di Desa Sibenpopo dilaporkan terbakar. Selain itu, satu warga Desa Sibenpopo dilaporkan meninggal dunia.Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe langsung mengajak warga dua desa yang bertikai untuk menyudahi bentrokan. Ia juga mengajak tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh adat dari dua desa untuk menjadi motor penggerak perdamaian sehingga kedua desa kembali hidup rukun."Saya mengajak kepada seluruh masyarakat dua desa untuk menahan diri dan jangan terprovokasi, tetapi mari sama-sama menjaga perdamaian,"ujarnya, Jumat (3/4). (sai/antara/wis)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260406090548-12-1344604/gubernur-sherly-tjoanda-buka-suara-usai-konflik-warga-halmahera-tengah
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Geger Kemunculan 'Selat Hormuz Sidokare' di Gmaps, Ini Gara-garanya
06 Apr 2026
Kapal Perang RI Sergap Perompak Batu Granit di Selat Geram Riau
06 Apr 2026
Gara-Gara Ijazah Jokowi, Nama SBY dan JK Ikut Terseret
06 Apr 2026
Harta Kajari Karo Danke Rajagukguk Minus Rp140 Juta di LHKPN
06 Apr 2026
Rismon Bantah Tuding JK Jadi Bohir Kasus Ijazah Jokowi: Olahan AI
06 Apr 2026
Polri Kirim Bantuan Personel Imbas Bentrok Warga di Halmahera Tengah