Menteri PU Dody Siap Sanksi 2 ASN, Diduga Langgar Etik dan Terima Suap
Jakarta, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa Kementerian PU memanggil pulang dua aparatur sipil negara (ASN) di yang menempuh pendidikan di luar negeri k...
Dody menyebut, dugaan pelanggaran kedua ASN itu dapat melukai hati masyarakat. Terlebih, keduanya menerima beasiswa yang dibiayai oleh negara."Dan mereka yang berdua ini kan beasiswa dibiayai juga oleh negara gitu. ASN itu kan dikasih makan oleh masyarakat ya. Masyarakat ini kan berbagai macam kategori gitu. Ada yang punya, ada yang nggak punya. Kalau begitu tuh pasti akan melukai hati masyarakat-masyarakat yang mungkin menengah ke bawah," katanya.
Saat ini, ASN yang di Jepang telah dipanggil dan diperiksa oleh aparat penegak hukum (APH). Sementara, ASN di London masih bakal pulang ke Indonesia."Yang satu dipanggil karena masalah suap. Kemudian dipanggil oleh APH. Kita menjembatani doang. Saya enggak tahu seperti apa (hasilnya)," tuturnya."Itu (ASN yang di London) dulu kita panggil pulang. Mungkin nanti kayaknya Minggu datang, nanti Senin selesai kita proses," tambah Dody.Pada prosesnya, Kementerian PU kemudian akan menunggu pemeriksaan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Dody menegaskan, dirinya bakal memberikan sanksi kepada keduanya."Biar diperiksa dulu sama teman-teman dari BPSDM. Nanti kemudian kita akan ada sanksinya," pungkas Dody. (rea/rir)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260518090940-25-1359439/menteri-pu-dody-siap-sanksi-2-asn-diduga-langgar-etik-dan-terima-suap
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Daerah Banjir Sumatra
29 May 2026
Pecah Ban, Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Rumah Warga di Jembrana Bali
28 May 2026
Rumah Youtuber di Bone Dibobol Maling, Emas 500 Gram Raib
28 May 2026
Pemilik Hanania Travel Dipolisikan Terkait Dugaan Penipuan Umrah
28 May 2026
Mulai Kunjungan di Paris, Prabowo Disambut di Istana Elysee
28 May 2026
Tito Karnavian Ungkap Tahapan Penanganan Pascabencana Sumatera