Nasional 18 May 2026 6 views

PDIP Nilai Jokowi Blusukan Sebagai Pesan Politik untuk Prabowo

Jakarta, Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, memberikan pandangannya terkait rencana blusukan Presiden Joko Widodo pasca-kesehatannya dikabarkan membaik. Guntur, yang akrab dis...

PDIP Nilai Jokowi Blusukan Sebagai Pesan Politik untuk Prabowo
Jakarta, Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, memberikan pandangannya terkait rencana blusukan Presiden Joko Widodo pasca-kesehatannya dikabarkan membaik. Guntur, yang akrab disapa Gunrom, melihat kegiatan blusukan tersebut sebagai sebuah pesan politik yang ditujukan kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Menurut Gunrom, melalui blusukan ini, Jokowi akan terus mengonsolidasikan kekuatan politik untuk dirinya dan keluarganya. "Bagi saya itu adalah pesan. Pertama, untuk Presiden Prabowo Subianto. Jadi semacam pesan atau bisa jadi ancaman yang halus bahwa Jokowi itu akan terus menghimpun kekuatan untuk dirinya, anaknya," ujar Gunrom saat dihubungi pada Senin (18/5).

Ia menambahkan, "Dan, kalau ada yang terjadi kepada pemerintahan Prabowo Subianto, maka Gibran yang akan punya potensi untuk menggantikan." Gunrom juga dikenal sebagai salah satu juru bicara PDIP.

Di sisi lain, Gunrom menilai bahwa rencana blusukan Jokowi semakin menegaskan ambisi politik mantan politikus PDIP tersebut yang tak kunjung padam. Ia berpendapat, dengan berkeliling, Jokowi ingin terus membangun kekuatan politik untuk anak-anak dan menantunya.

Saat ini, kedua putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, aktif di dunia politik. Menantunya, Bobby Nasution, juga terjun di bidang yang sama. Gibran dan Bobby, yang sebelumnya merupakan kader PDIP seperti Jokowi, kini telah menduduki jabatan publik. Gibran menjabat sebagai Wakil Presiden RI, sementara Bobby, yang kini kader Gerindra, adalah Gubernur Sumatera Utara. Selain itu, Kaesang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Rencana blusukan Jokowi ini, lanjut Gunrom, juga menguatkan anggapan bahwa ia tidak bisa memegang ucapannya untuk menjadi rakyat biasa setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. "Dulu kan dia pernah bilang kalau sudah tak menjadi presiden, akan kembali ke Solo menjadi warga biasa. Tapi ternyata dia masih tinggi syahwat politiknya sehingga harus keliling Indonesia untuk memperkuat dukungan," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, mengungkapkan bahwa Jokowi rencananya akan memulai blusukan perdana pada bulan Juni mendatang bersama Projo, dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tujuan pertama. Menurut Freddy, meskipun tidak lagi memegang jabatan formal, Jokowi masih memiliki modal sosial dan kedekatan yang kuat dengan rakyat. Modal inilah, kata Freddy, yang akan digunakan Jokowi untuk mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Ketika ditanya apakah blusukan Jokowi ini bertujuan menggalang dukungan untuk Pemilu 2029, Freddy tidak membantah, namun ia menekankan bahwa pemilu masih jauh. Menurutnya, Projo akan fokus membantu pemerintahan berjalan stabil. Meskipun demikian, Freddy menambahkan bahwa Jokowi akan terus mendukung figur yang dekat dengan rakyat dan mampu menjaga stabilitas. "Pak Jokowi tentu akan mendukung figur yang menurut beliau mampu melanjutkan kemajuan Indonesia, menjaga stabilitas, dan dekat dengan rakyat," ujar Freddy.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260518143456-32-1359615/pdip-nilai-jokowi-blusukan-sebagai-pesan-politik-untuk-prabowo
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.